Jatah Distop Jika Ada Tunggakan Rastra Januari – Februari

Agus Supriyanto. [sudarno/bhirawa]

Madiun, Bhirawa
Kepala Bulog Sub Divre Wilayah IV Madiun, Agus Supriyanto menyatakan, penyaluran beras kesejahtraan (rastra) di Kabupaten Madiun dan Ngawi untuk jatah Januari dan Februari.diupayakan minggu ini bisa tuntas. Selanjutnya untuk rastra bulan Maret dan April 2017 memasuki minggu ketiga bulan Mei ini juga diharapkan dapat disalurkan dan untuk bulan berikutnya disalurkan setiap bulan secara rutin.
“Ya pada dasarnya kami (Bulog Sub Divre IV Madiun. Red) siap menyalurkan rastra berapapun jumlahnya sesuai SPA nya. Tetapi kalau terjadi adanya tunggakan penebusan rastra yang telah diterima oleh KPM, ya terpaksa jatah rastra bulan Maret-April sementara distop dulu. Setelah beres tak ada yang menunggak baru jatah rastra disalurkan kepada yang bersangkutan,”terang Agus Supriyanto menanggapi Keterlambatan Juklak Juknis, Akibatkan Penyaluran Rastra Tersendat.(baca Harian Bhirawa edisi Selasa 16/5).
Masalahnya, pada penyaluran rastra untuk bulan Maret -April, juga dilakukan memonitor kepada para KPM penerima rastra yang bersangkutan sudah melakukan penebusan uang rastra bulan Januari-Februari apa belum. Kepada yang sudah lunas penebusan uang rastra Januari-Februari, jelas tetap akan menerima jatah rastra bulan Maret-April.
“Ya bagi yang belum melunasi atau masih mempunyai tunggakan uang tebusan jelas, jatah rastranya sementara di stop.sudah diterima itu. Adapun yang sudah lunas uang tebusan rastranya, pasti tetap menerima jatah rastra Maret-April,”tutur Agus menjelaskan.
Dijelaskannya, rastra di Kab Madiun tahun 2017 ini mencapai 61.169 KPM dari sebelumnya tahun 2016 sebanyak 59.905 KPM. Sedang di Kab Ngawi 2017 ini 84.426 KPM dan sebelumnya tahun 2016 sebanyak 90.392 KPM.  Sedang untuk Kota Madiun 2017 ini tidak ada rastra, karena sudah menggunakan e-voucher.
Ditanya, kenapa data KPM di Kab Madiun naik dan di Kab Ngawi menurun.?. Spontan Agus Supriyanto menyatakan, “Kalau saol kenapa jumlah KPM di Kab Madiun naik dan di Kab Ngawi menurun, saya tidak mengetahuinya. Karena penerima rastra, datanya dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan kami hanya melaksanakan penyaluran rastra saja.Yang jelas, rastra minggu ini akan disalurkan ke KPM,”papar Agus menjanjikan
Disinggung soal pendistribusian/penyaluran rastra di Kab Madiun dinilai ada kendala di bagian armada Bulog (baca Bhirawa Selasa 16/5). Spontan Kepala Bulog Sub Divre IV Madiun, Agus Supriyanto menyatakan, hal itu tidak benar. “Sebab, kami setiap hari terus melakukan penyaluran rastra ke desa-desa sesuai  SPA dari Pemkab Madiun dan Ngawi. Yang terpenting nanti minggu ini rastra jatah bulan Januari-Februari sudah tuntas. Diteruskan pengiriman rastra berikutnya jatah bulan Maret- April,”kata Agus optimis.
Menurut Agus, kalau yang rastra untuk Maret- April ini, nanti terdapat penagihan untuk bulan Januari dan Februari ada tunggakan apa tidak. Kalau terjadi tunggakan misalnya rastra Januari-Februari belum bayar. Jatah rastra untuk Maret April distop dan kalau sudah diberesi baru diberikan rastra Maret April. “Pokoknya yang nunggak distop dulu dan yang lancar terus disalurkan rastranya,”jelas Agus.
Diberitakan Bhirawa edisi Selasa (16/5) penyaluran beras sejahtera (rastra) untuk Kab Madiun dan Ngawi ropel dua bulan Januari dan Februari 2017 sudah disalurkan kepada yang berhak menerima yaitu keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk di Kab Madiun rastra kepada sejumlah 61.169 KPM sampai dengan Minggu (14/5) baru tersalurkan 8 kecamatn dari 15 kecamatan di 206 desa/kelurahan yang ada di Kab Madiun
Terlambatnya penyaluran rastra di Kab Madiun karena petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Pemprov Jatim ke Pemkab Madiun baru turun/diterima akhir bulan April 2017 lalu, sehingga awal bulan Mei baru dimulai penyaluran rastra. Juga masih adanya krose cek data terlebih dahulu di desa/kelurahan lokasi penerimaan rastra kepada keluarga penerima manfaat (KPM). Hal lain juga dimungkinkan karena keterbatasan armada dari Bulog untuk mennyalurkan rastra tersebut.
“Ya setelah data di desa/kelurahan sudah cocok,selanjutnya, oleh Bagian Perekonomian dan SDA Kab Madiun dibuatkan surat pengajuan alokasi (SPA) dikirimkan ke Bulog Sub Divre IV Madiun untuk diadakan penyaluran rastra kepada penerima sejumlah 61.169 KPM yang ada di Kab Madiun,”kata Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kab Madiun,Yudi Hartono. S.Sos. M.M. [dar]

Tags: