Insentif Guru Ngaji 2017 Terealisasi Rp16 Miliar

Bupati Jember dr. Faida, MMR saat menyerahkan dana insentif bagi guru ngaji dalam bentuk tabungan di Ponpes Alqodiri, kemarin.

Jember, Bhirawa
Dana Insentif untuk guru ngaji tahun 2017 terealisasi sebesar Rp.16.071.600.000 untuk 13.393 orang. Besaran dana insentif yang diterima tahun 2017 naik 3 kali lipat dari Rp.400 ribu menjadi Rp.1,2 juta setiap orang. Selain itu, jumlan penerimanya juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data 2016, jumlah penerima insentif guru ngaji 11.271 orang dengan besaran anggaran Rp.4.508.400.000.
Bupati Jember dr. Hj Faida MMR menjelaskan, bahwa insentif ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten terkait eksistensi guru ngaji. Mereka (guru ngaji) adalah ujung tombak yang memegang peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk watak serta menentukan keberhasilan pendidikan secara umum.
“Karena  itu kehadiran guru ngaji tidak tergantikan oleh unsur lain, lebih – lebih guru ngaji yang secara ikhlas berjuang lahir dan bathin. Profesi guru ngaji tidak kalah pentingnya dalam membangun bangsa, karena guru ngaji merupakan peletak dasar dari akhlak seseorang yang akan menentukan sikap dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Faida.
Bupati memaparkan beberapa persyaratan bagi guru ngaji yang berhak mendapat insentif. Beberapa syarat itu antara lain, masih aktif mengajar,  sudah berlangsung lebih dari 6 bulan, usia minimal 18 tahun, mengerti tajwid dan mengajar minimal 10 santri, memiliki jadwal rutin dan durasi yang tetap,  guru ngaji tradisional (tidak ada manajemennya), bukan berstatus PNS, pensiunan PNS, Polri/TNI,  bukan perangkat desa, serta bukan diperuntukkan bagi yang sedang menerima honor dari APBD.
“Untuk itu, kami berharap pemerintah daerah dibantu para guru ngaji di sini untuk ikut mendata, dan mendaftarkan saja jika menemukan guru ngaji sesuai syarat di atas, meski tidak memiliki KTP, KK, atau surat nikah tetap akan dilayani. Yang ingin memiliki akte nikah akan dilayani gratis oleh Bupati, melalui istbat nikah. Asal, bukan untuk yang nikah lagi,” candanya.
Pemkab juga memberikan apresiasi terhadap kesehatan para guru ngaji. Untuk itu jika ada guru ngaji yang sakit, tidak ada yang membiayai maka jangan ditunda untuk minta pertolongan. “Kalau ada guru ngaji dan keluarganya perlu ke rumah sakit itu tanggungjawab Bupati. Kalau ada yang gak melayani pejabatnya akan  kita ganti,” katanya.
Faida, juga menjanjikan pendidikan gratis bagi keluarga guru ngaji yang kesulitan biaya dengan mengajukan beasiswa kepada bupati. “Yang tidak mampu biayai pendidikannya, kita tanggung. Jangan sampai ada anaknya guru ngaji tidak sekolah. Minimal SMA/SMK. Kalau masih bisa melanjutkan tapi tidak mampu biaya kuliah akan dibiayai, termasuk jika minta pembiayaan untuk biaya kuliah dan biaya hidup , kedua duanya akan ditanggung daerah,” pungkasnya. [efi]

Tags: