Imbas Egosentris, Proyek Multi Daerah Batal

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso

Kota Batu, Bhirawa
Ada egosentris yang mengakibatkan salah satu Pemerintah Daerah enggan untuk kerjasama dalam pembangunan jalan tembus Sukorejo – Batu. Hal ini mengakibatkan dibatalkannya pembangunan proyek jalan tembus ini oleh Pemerintah Provinsi. Pemkot Batu menduga disulut oleh keenganan salah satu Pemerintah Daerah untuk mendukung pembangunan jalan ini.
Secara tersirat adanya egosntris tersebut dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso. Padahal jika pemerintah daerah ini memberikan dukungan, pembangunan jalan tembus ini juga akan berdampak pada wilayah pemerintah daerah yang bersangkutan (Daerah yang enggan memberikan dukungan tersebut).
Hanya saja, Punjul enggan untuk menyebutkan nama pemerintah daerah yang menolak keberadaan jalan tembus tersebut.
“Meskipun kerjasama sudah ada, namanya politik, ada kepentingan harusnya pemerintah daerah itu mendukungĀ  pembangunan jalan tembus ini, jangan ego sentries, maunya membangun wilayah sendiri,” ujar Punjul, Selasa (2/5).
Diketahui, selama ini sudah ada MoU tentang pembangunan jalan tembus tersebut dengan beberapa pemerintah daerah. Namun MoU tersebut belum sampai merinci secara detil masing-masing daerah seperti ada. Akibatnya, muncul anggapan pembangunan jalan tembus ini hanya akan menguntungkan Kota Batu saja.
Padahal hal tersebut, kata Punjul, tidak sepenuhnya benar. Ia mencontohkan perkembangan wisata di Kota Batu yang sangat pesat juga berdampak pada perkembangan daerah di sekitarnya. Seperti kawasan Karangploso, Singosari dan Lawang. Dahulu kawasan ini tidak banyak ruko dan rumah makan.Namun setelah pariwisata di Kota Batu melonjak, daerah ini bertumbuhan tempat usaha yang menguntungkan masyarakatnya. Karena itu, dibutuhkan sinergisitas antar daerah, daerah tidak boleh egosentris.
“Contohnya seperti ini, kalau orang Kasembon mau ke Kota Malang, masak harus lewat udara, tidak boleh lewat Batu, itu kan tidak mungkin,” ujarnya.
Ia berharap ada kesadaran yang sama antar pemerintah daerah, DPRD serta tokoh masyarakat pada masing-masing daerah, hingga terbangun komunikasi yang intens, sehingga pembangunan jalan tembus ini bisa terealisasi.
Beberapa waktu yang lalu, Pemkot Batu sudah mendatangi Kementerian PU untuk meminta bantuan kepada Pemkot Batu untuk mencarikan solusi dari pembatalan pembangunan jalan tembus ini.
“Kita minta supaya pembangunan jalan tembus ini diprioritaskan karena sangat penting tidak hanya untuk Kota Batu saja, tapi juga mengatasi permasalahan kemacetan di wilayah Kabupaten Malang dan Pasuruan,” ujarnya. [nas]

Tags: