IJTI Korda Malang Beri Penghargaan Tiga Tokoh

Rektor Unmer Prof. Dr. Anwar Sanusi saat menyerahkan penghargaan kepada Febri Firmansyah pemuda inovatif yang mendapat penghargaan dari IJTI Korda Malang.

Kota Malang, Bhirawa
Ada tiga tokoh di Malang raya yang memperoleh penghargaan, atas dedikasinya dalam membangun lingkungan. Pernghargaan ini diberikan pada peringatan Hari Kebebasan Pers yang dihelat oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang  di Kampus Universitas Merdeka Malang Senin (22/5) kemarin.
Tokoh-tokoh ini disebut sebagai tokoh inspiratif, karena telah membawa perubahan, dan kiprahnya yang luar biasa untuk kemajuan lingkunganya. Mereka adalah Febri Firmansyah, dr. Dian Anggraini dan jurnalis senior Yunanto.
Ketua Korad IJTI Malang,  Edi Cahyono, kepada wartawan mengutarakan, penghargaan tersebut sengaja diberikan, kepada para tokoh yang memiliki dedikasi tinggi, dan keperdulian kepada lingkunganya.
Edi Cahyono lantas menyebut, penghargaan pertama diberikan kepada Febri Firmansyah, tokoh pemuda asal Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Tokoh ini sangat penomenal.
Pemuda yang tinggal di Gang Tatto tersebut, mengajak teman-temannya sekampung untuk menghentikan aktifitas mabuk-mabukan. Hal ini kemudian  disalurkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat sekitar sejak Agstus tahun 2016 lalu.
Rektor Universitas Merdeka, Prof. Anwar Sanusi, sangat tertarik dengan kiprast Febri, bahkan pemuda ini, langsung diberikan kesempatan untuk kuliyah gratis di Unmer, melalui program bidk misi.
“Saya sangat tertarik, dengan inovasi yang dilakukan Mas Ferbri, saya  persilakan untuk  belajar di Unmer Malang. Semua biaya gratis,”tutur Anwar Sanusi saat menyerahkan penghargaan tersebut.
Untuk penghargaan kedua, IJTI memberikan penghargaan kepada Yunanto yang merupakan jurnalis senior yang sudah 32 tahun mengabdikan diri. Yunanto menekuni profesinya  mulai dari zaman orde baru sampai orde reformasi. Bupati Malang  Rendra Kresna yang  didaulat untuk menyerahkan penghargaan kepada Yunanto, mengaku kenal dengan Yunanto sejak tahun 85, ketika itu dia masih menjadi ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Sementara penghargaan ketiga diberikan kepada  dr. Dian Agung Anggraeni, seorang dokter asal Sumberpucung, Kabupaten Malang, terpilih lantaran dokter ini memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat. Terkadang juga rela dibayar dengan sayur-mayur.
“Dokter Dian, sosok inspiratif, saat mengobati orang seringkali diberi imbalan sayur, bahkan terkadang tidak mau dibayar. Inilah yang membuat IJTI tertarik pada sosok dokter Dian,”imbuh Edi Cahyono. Edi Cahyono menambahkan, dalam rangkaian peringatan Hari Kebebasan Pers,  atau World press Freedom, juga digelar kegiatan donor darah untuk kemanusiaan dan diskusi publik. [mut]

Tags: