Bupati Gresik Temukan Mobil Dinas Kotor-Kaca Gelap

Bupati tengah memeriksa Mobdin milik salah satu Kabid. [kerin ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Untuk mengechek kelayakan operasional Mobil Dinas (Mobdin) di jajaran Pemkab Gresik, Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto melakukan pemeriksaan terhadap mobil dinas yang dipakai pejabat. Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan satu mobil dinas tak layak jalan di Bagian Pemerintahan Umum.
Bupati memerintahkan Kepala Bagian Perlangkapan Pemkab Gresik, Nanang Setiawan mengandangkan mobil dinas Avanza plat merah itu. ”Mobdin ini sudah tidak layak jalan karena membahayankan. Dari pada nanti terjadi hal – hal tidak diinginkan, lebih baik ditarik saja untuk diperbaiki sampai layak digunakan,” terang Bupati.
Sidak mobil dinas itu dilakukan Bupati untuk menunjang kelancaran kinerja pejabat. Secara mendadak bupati mengumpulkan Mobdin milik seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik. Sebelum masuk halaman Kantor Pemkab, satu persatu mobil dinas itu diperiksa Bupati bersama Wakil Bupati (Wabup) Moh Qosim dan Sekab Gresi, Djoko Sulistio Hadi.
Setidaknya, ada 107 mobil dinas dari 142 kendaraan dari seluruh OPD diperiksa. Bupati juga mendapati sejumlah mobil dinas kotor. Bupati lantas memberi teguran. ”Gimana mobil kotor seperti ini. Mana sopirnya? Ada sopirnya tidak? Kalau memang tak ada sopirnya, bilang. Jangan staf diaku-aku sebagai sopir,” kata bupati dengan nada tinggi.
Dikatakan bupati, keberadaan kendaraan mobil dinas memang harus diperiksa. Ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban maupun akuntabilitas Pemerintah Daerah terhadap aset-aset daerah kepada masyarakat. ”Ini kalau mobilnya sendiri, tiap hari pasti sudah dibersihkan dan dilap mulus. Kita ini sudah dikasih kepercayaan  masyarakat, ya harus tanggungjawab. Jangan malah dibiarkan kotor seperti ini,” ujar bupati.
Sementara, menurut Wabup, jumlah kendaraan dinas yang dipegang masing-masing OPD dinilai lebih, maka akan ditarik guna inventarisir dan untuk efektifkan aset-aset negara. Disisi lain agar para kepala OPD memiliki rasa tanggung jawab besar selaku pengguna kendaraan. ”Semua ini kami lakukan agar dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dapat terlaksana secara maksimal,” ungkap Wabup.
Ditambahkan Wabup, pelaksanaan pemeriksaan sifatnya mendadak. Kendaraan yang masih dipakai untuk oprasional di lapangan, belum dapat hadir dalam Sidak pertama ini. Diharapkan untuk pemeriksaan berikutnya, OPD yang belum menghadirkan kendaraan dinasnya agar menyiapkan kendaraan beserta kelengkapan surat-suratnya.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gresik Suyono menjelaskan, untuk tahap awal ini Bupati memeriksa 142 kendaraan. Namun, yang ada hanya 107 kendaraan. Dari keseluruhan kendaraan dinas yang tercatat dalam aset sejumlah 603 kendaraan dinas ”Nanti akan diperiksa secara bertahap sesuai dengan arahan bapak bupati. Sehingga seluruh kendaraan tak luput dari pemeriksaan,” pungkas Suyono. [eri]

Tags: