Bentuk Forum Pemuda Anti Narkoba

Kadispora Jatim Supratomo bersama Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman saat menandatangani MoU.

Dispora MoU dengan BNNP Jatim
Surabaya, Bhirawa
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jatim terus berupaya untuk memberantas narkoba terutama di kalanga pemuda.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membentuk Forum Kader Pemuda Anti Narkoba yang saat ini beranggotakan sekitar 300 pemuda dari 13 kabupaten/kota.
Nantinya para kader itu memiliki tugas untuk mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba di daerah masing-masing. “Mereka dibekali pengetahuan tentang narkoba sebelum diturunkan kembali ke daerah masing-masing. Nanti setiap desa ada satu orang kader pemuda anti narkoba,” kata Kadispora Jatim, Drs Supraromo, MSi pada acara Kepeloporan Pemuda Rawan Sosial Melalui Pemantapan Kader Pemuda Anti Narkoba di Hotel Best Surabaya 2-4 Mei.
Lebih lanjut Supratomo menjelaskan, forum tidak akan berhenti sampai disini. Dispora Jatim rencananya terus mengembangkan hingga menjadi organisasi.
Selain diberikan pelatihan tentang bahaya narkoba, para pemuda ini juga dibekali dengan kemampuan kepemimpinan. Sehingga sewaktu diterjunkan ke lapangan bisa membimbing pemuda lainnya untuk menjadi benteng narkoba.
“Nanti ada pendampingan juga dari BNNP Jatim ketika sudah diterjunkan ke desa. Dispora juga turut mendampingi. Mereka nantinya akan jadi organisasi yang independen. Dengan sekretariat bersama di Kantor Dispora Jatim,” urainya.
Sementara itu, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman menambahkan, pihaknya siap membantu Dispora Jatim dalam membentuk kader anti narkoba. Dirinya akan mengerahkan tenaga penyuluh yang ada untuk memberikan pelatihan. “Bentuk dari MoU ini adalah pelatihan terhadap pemuda. Minimal ada dua orang yang matih nantinya,” ujar Fatkhur.
Mantan Kapolresta Kediri ini lantas berharap, dengan adanya pelatihan ini muncul pemuda yang tangguh, bersih dan sehat dari narkoba. Oleh karenanya, pihaknya tidak berhenti sampai pada pelatihan. Melainkan hingga melakukan pendampingan di desa tempat mereka tinggal. Ini penting sekali sebagai upaya membentengi pemuda di desa dari narkoba.
“Kami berharap ini nanti akan menjadi pemuda yang tangguh lahir dan batin. Tak hanya itu, saya juga mengharapkan, mereka bisa jadi calon pemimpin. Baik itu di kelurahan, maupun di kecamatan. Dengan begitu muncul bibit pemimpin yang jauh dari narkoba,” tandasnya. [wwn]

Rate this article!
Tags: