Asprov PSSI Jawa Timur Sanksi Pelatih Persibo

Amir Burhanudin (Sekretaris Asprov PSSI Jatim)

(Tak Boleh Dampingi Tim Selama 3 Kali Pertandingan)
Tuban, Bhirawa.
Akhirnya, komisi disiplin (Komdis) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Jawa Timur, menjatuhkan sanksi pada pelatih Persibo, I Putu Gede dan satu pemain serta satu pemain Bumi Wali FC (BWFC) pada insiden kericuhan di pertandingan Liga 3 di Stadion Letjen Soedirman Kabupaten Bojoengeoro pada Rabu pekan lalu.
Diketahaui, pada pertandingan yang dimenangkan tim tuan rumah Persibo dengan skor 1-0 tersebut, terjadi insiden dugaan pemukulan yang dilakukan pelatih Persibo, I Putu Gede terhadap seorang pemain BWFC. Sehingga memicu ketegangan dan keributan antara pemain Persibo dan BWFC di lapangan.
Sekretaris Asprov PSSI Jatim, Amir Burhanudin, saat dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan laporan pengawas pertandingan, wasit, dan asisten wasit, menjatuhkan sanksi larangan mendampingi tim selama 3 kali pertandingan bagi I Putu Gede, karena terbukti melanggar pasal 57 kode disiplin PSSI.
Kemudian satu pemain Persibo, Ahmad Nuri Fasya, dijatuhi sanksi larangan bermain selama 2 kali pertandingan di luar kartu merah, karena terbukti melanggar pasal 47 huruf J jonto pasal 48 huruf D kode disiplin PSSI.
Sementara satu pemain BWFC, bernomor punggung 25, Bayu Arfian, mendapat sanksi larangan bermain selama dua kali pertandingan di luar kartu merah, sama dengan pemain Persibo yang terkena sanksi.
“Bagi ke dua tim yang dijatuhi sanksi, diharapkan agar tidak mengulangi perbuatannya dan apabila terbukti melakukan pelangatan yang sama, maka akan dijatuhi hukuman yang lebih berat,” kata Amir, (14/05).
Dijelaskan, bagi yang keberatan terhadap putusan komisi disiplin, boleh mengajukan banding dalam waktu 3 hari sejak diterima pemberitahuan putusan diterima dan 7 hari setelah menyatakan banding untuk mengirimkan alasan alasan banding sebagai ketentuan pasal 118 s.d pasal 126 kode disiplin PSSI.
“Jika ada yang pihak yang keberatan dengan keputusan penjatuhan sanksi ini. Kita persilahkan mengajukan banding,” imbuh Amir.
Sekretaris Asprov PSSI Jatim juga menghimbau, supaya para pemain bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi saat terjadi kericuhan. Semua sudah ada aturan dan regulasinya. Jika terjadi kecurangan atau ketidak adilan tinggal laporkan saja kepada Komdis. Tak perlu ada kekerasan dalam pertandingan.
Untuk para pelatih, Official, dan Manager tim, dihimbau juga supaya bisa menjadi sosok panutan dan penyejuk dalam ketegangan. Jangan malah memberi  contoh tidak baik, apalagi berperilaku buruk dalam pertandingan.
“Semoga kedepan tidak terjadi keributan serupa. Karena jika ada, PSSI pasti akan memberikan sanksi yang lebih berat,” pungkas Amir.
Menanggapi hal tersebut, Manager Bumi Wali FC, Kartono mengatakan, pihaknya mengapresiasi apa yang di lakukan PSSI, karena ini untuk kebaikan bersama dan khususnya persepakbolaan di Jatim.
Dan terkait sanksi larangan bermain yang dijatuhkan kepada salah satu pemian BWFC, pihaknya menerima keputusan komdis dengan terbuka dan akan  langsung fokus pada pertandingan berikutnya.
“Kita apresiasi dan menerima sanksi dari PSSI karena itu demi kebaikan bersama. Sekarang kita akan fokus untuk pertandingan BWFC berikutnya,” pungkas Kartono.(hud)

Tags: