207 Atlet Ramaikan ”Kejurkab Probolinggo Bulutangkis 2017”

Kejurkab Bulutangkis 2017 dimulai.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Setidaknya 207 atlet bulutangkis di Kabupaten Probolinggo meramaikan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis tahun 2017 yang digelar oleh Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Probolinggo di GOR Wijaya Maron, hingga Minggu 21/5.
Dalam kejurkab ini ada beberapa kelompok usia yang dipertandingkan. Yaitu, Tunggal Usia Dini Putra (34 peserta), Tunggal Usia Dini Putri (17 peserta), Tunggal Anak-anak Putra (53 peserta), Tunggal Anak-anak Putri (12 peserta), Tunggal Pemula Putra (26 peserta), Tunggal Pemula Putri (9 peserta), Tunggal Remaja Putra (31 peserta), Tunggal Remaja Putri (8 peserta) dan Tunggal Taruna Putra (17 peserta).
Kejurkab bulutangkis 2017 ini terasa sangat istimewa karena digelar bersamaan dengan pengukuhan pengurus Pengkab PBSI Probolinggo masa bakti 2017-2021. Kejuaraan ini diawali dengan pertandingan eksebisi antara Sri Fatmawati (Pelatkab Abadi Probolinggo) vs Asti (PB Jaya Raya Jakarta).
Ketua Umum Pengkab PBSI Probolinggo Prijono. Minggu 21/5 mengungkapkan kejuaraan ini bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul pebulutangkis muda yang selanjutnya akan dibina dan diorbitkan ke berbagai event baik di ajang regional, nasional maupun internasional.
“Disamping merupakan program rutin dari PBSI, kejurkab bulutangkis ini dilakukan untuk menjaring atlet-atlet berprestasi yang berasal dari persatuan bulutangkis yang ada di Kabupaten Probolinggo agar nantinya bisa bergabung dengan Pelatkab,” katanya.
Melalui kejurkab bulutangkis ini Prijono mengharapkan nantinya akan menumbuhkan bibit-bibit baru yang muncul dari persatuan bulutangkis. Disamping juga mampu memberikan hiburan kepada para pecinta bulutangkis. Tentunya juga mampu menjaga semangat para atlet untuk terus meraih prestasi.
“Semoga kegiatan ini mampu meneruskan prestasi yang diraih sebelumnya. Sehingga nantinya bisa mengharumkan nama baik Kabupaten Probolinggo, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional,” harapnya.
Ketua Umum KONI Kabupaten Probolinggo Gandhi Hartoyo menyampaikan bahwa cabang olahraga (cabor) bulutangkis merupakan cabor yang paling kondusif dan mampu menelurkan atlet berprestasi.
“PBSI dalam melakukan kegiatan sudah tertata rapi. Hal ini tentunya berpengaruh pada atlet Kabupaten Probolinggo karena tidak pernah ada konflik internal. Ke depan tantangan semakin berat. Semoga PBSI bisa terus mencetak atlet-atlet berprestasi,” tandasnya.
Wakil Ketua I Pengprov PBSI Jawa Timur Bayu Wira, bangga kepada Pengkab PBSI Probolinggo karena telah menyumbangkan putri terbaiknya untuk Jawa Timur. Tetapi prestasi ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh proses yang luar biasa dan dukungan dari semua pengurus.
“Saya berharap kepada pelaku bulutangkis di Jawa Timur untuk senantiasa meniru Kabupaten Probolinggo yang mampu menyumbangkan atlet terbaiknya demi prestasi bagi Jawa Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut Prijono menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Pengkab PBSI Probolinggo selama 4 tahun ke depan dengan harapan mampu menjalankan amanah dengan rasa penuh tanggung jawab.
“Marilah bersama-sama menyusun program kerja sesuai petunjuk Pengprov PBSI Jawa Timur. Program yang lama akan diteruskan sambil menyusun program kerja baru untuk 4 tahun ke depan,” ujarnya.
Atlet bulutangkis Kabupaten Probolinggo selama ini telah mampu meraih berbagai macam prestasi hingga tingkat nasional. Keberhasilan ini merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan.
“Kami tetap ingin terus mencetak bibit baru sebagai pelapis pemain yang sudah mempunyai prestasi yang salah satunya dengan rutin menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab) bulutangkis di semua jenjang usia,” terangnya.
Tantangan Pengkab PBSI Probolinggo ke depan tambah besar dan berat dalam hal menelurkan atlet-atlet berprestasi. Dalam persoalan pembibitan ada sebuah kendala besar dan mudah-mudahan ini tidak menjadi kendala utama, tambahnya. (Wap)

Tags: