Warga Kepanjen Keluhkan Keberadaan Panti Pijat

Foto Ilustrasi

Kab Malang, Bhirawa
Keberadaan panti pijat di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang mulai meresahkan warga. Pasalnya, anak-anak sekolah ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sering terlihat keluar masuk tempat panti pijat dengan masih memakai seragam sekolah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Malang Bambang Istiawan mengatakan siap melakukan penertibkan panti pijat dan hiburan malam di wilayah Kepanjen.
“Jika memang panti pijat terbukti menerima tamu anak sekolah, maka akan kita tertibkan,” tuturnya.
Menurut dia, untuk melakukan penertiban panti pijat, tentu pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dulu dengan pihak terkait, yang salah satunya Camat Kepanjen. Karena dia yang memiliki wilayah, sehingga data tempat-tempat hiburan di wilayah Kepanjen tersebut, selain Dinas Penanaman Modan Dan Pelayanan Terpadu Satu Atap, juga Camat setempat. Dalam melakukan penertiban panti pijat dan tempat hiburan malam, jika itu terkait dengan pelanggaran batas waktu jam operasional, maka akan langsung kita tertibkan.
“Jika tempat hiburan malam dan panti pijat melanggar terkait dengan perizinan dan pajak, maka pihaknya harus mendapatkan rekomendasi dari dinas terkait. Sehingga setelah mendapatkan rekomendasi tersebut, maka pihaknya akan melakukan tindakan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda),” terang Bambang.
Secara terpisah Camat Kepanjen, Kabupaten Malang Abai Saleh juga membenarkan, jika pihaknya sudah menerima pengaduan masyarakat terkait anak sekolah berpakian seragam sekolah keluar masuk tempat panti pijat.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Pol PP Kabupaten Malang untuk melakukan penertiban,” kata dia. Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan tim gabungan untuk menertibkan semua panti pijat dan tempat hiburan malam di wilayah kerjanya. Tidak hanya tempat panti pijat saja yang ditertibkan, tapi juga tempat hiburan malam yang lainnya, diantaranya tempat karaoke dan cafe. Sebab, tidak sedikit tempat hiburan tersebut terindikasi melanggar jam operasionalnya yang melampaui batas waktu yang ditentukan.
“Pelanggaran jam operasional tempat hiburan, sangat bertentangan dengan aturan yang ada di Perda,” jelas Abai. [cyn]

Tags: