Tujuh Tahanan Polsek Tambaksari Berhasil Ditangkap

Kapolrestabes-Surabaya-Kombes-Pol-Mohammad-Iqbal-menunjukkan-barang-bukti-balok-yang-digunakan-tujuh-tahanan-untuk-kabur.[abednego/bhirawa]

Polrestabes Surabaya, Bhirawa
Tim gabungan dari Satreskrim dan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan tujuh tahanan milik Polsek Tambaksari yang melarikan diri pada Senin (16/4) lalu. Ketujuhnya berhasil diamankan di tujuh tempat penangkapan berbeda.
Adapun ketujuh tersangka yang berhasil diamankan yakni, Ryan Dwi Saputra (25) tahanan kasus narkoba, Jeffry Marga Putra (21) tahanan kasus pencurian, Fadilla Arfan (25) tahanan kasus penganiayaan, Moch Shohib (26) tahanan kasus narkoba, Budi Sasmito (45) tahanan kasus curat, Saiful Haq (31) tahanan kasus narkoba dan Moh Imam alias Moh Salman (20) tahanan kasus curat.
“Tepat tujuh hari kurang beberapa jam, tim gabungan di bawah pimpinan Kasat Reskrim, Kasat Narkoba dan Kapolsek Tambaksari berhasil mengumpulkan tujuh tahanan yang kabur ini. Saya sangat mengapresiasi kerja keras mereka semua,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Mohammad Iqbal, Senin (24/4).
Selain dihadiahi timah panas, Iqbal menjelaskan, tujuh tahanan ini disangkakan pasal berlapis yakni Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan terhadap barang secara bersama-sama, dengan ancaman pidana 5 tahun 6 bulan. Sementara tersangka Moh Imam alias Moh Salman kita sangkakan Pasal 263 KUHP atas pemalsuan identitasnya dalam BAP sebagai pemberatan.
“Tujuh tersangka atau tahanan yang kabur ini kami tambahkan Pasal 170 KUHP tentang pengerusakan. Sedangkan tersangka Salman kami tambahkan lagi Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan identitas. Sebab penyidik menemukan fakta bahwa Moh Salman adalah nama palsu, dan identitas sebenarnya yakni Moh Imam,” tegas Iqbal.
Ditanya terkait kronologis penangkapan, Iqbal memaparkan, ketujuh tahanan ditangkap di tujuh tempat berbeda. Inisiator tahanan kabur, yakni Ryan dan Moh Imam ditangkap di Griya Bhayangkara Masangan Sidoarjo (Ryan) dan di Dusun Tangkel, Kecamatan Burneh Bangkalan, Madura. Sedangkan yang paling jauh yakni tersangka Saiful Haq, ditangkap di Jl Raya Blora, Desa Jiken, Kecamatan Blora, Jawa Tengah.
“Penangkapan ini tidak sederhana, kami melakukan penangkapan antar pulau. Beberapa upaya paksa mulai dari penggrebekan 1 (satu) hingga 2 (dua) kali gagal, kami tidak putus asa. Tapi karena keuletan teman-teman saya sehingga menghasilkan keberhasilan ini,” ungkapnya.
Menyoal tentang dugaan pelanggaran SOP, Iqbal menegaskan, ada 5 anggota yang melanggar SOP dan sedang diproses di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Dikatakan Iqbal, siapapun yang terbukti melanggar SOP, ada mekanismennya sendiri yaitu tindakan disiplin dan ditangani Propam. “Untuk Kapolsek, walaupun tahap penilaian dan dievaluasi, tapi Kapolsek melakukan pembenahan baik internal maupun ikut pengejaran terhadap tahanannya yang kabur,” ucapnya.
Selain evaluasi secara internal, pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menambahkan, pihaknya juga melakukan penguatan sisi kontruksi bangunan. Sebanyak 23 Polsek berbenah dalam memperkuat kontruksi bangunan ruang tahanan, pembenahan SOP dan system penjagaannya.
Nantinya, sambung Iqbal, konturksi bangunan ruang tahanan akan dilakukan pengecoran, baik dari sisi flat dan sel tahanan serta pemasangan CCTV. Untuk penjagaan, Iqbal memerintahkan penjagaan ruang tahanan diperkuat dengan anggota Provos. Karena tahanan Polri bukan pembinaan dan ada proses upaya pembuktian penguatan alat dan pengumpulan alat bukti dalam penyidikan, Iqbal mengaku akan melakukan intervensi alat sekat.
“Kedepan, tidak ada lagi sentuhan antara penghuni tahanan dengan para penggunjung atau keluarga. Penggunjung mungkin hanya bisa bicara lewat kaca atau melalui tatap muka saja, tanpa ada sentuhan,” pungkasnya. [bed]

Tags: