Siswa SD Muhammadiyah 4 Belajar Membuat Sirup dari Buah Mangrove

Narasumber Soni Mukshon, Ketua Kelompok Tani Wonorejo, saat menjelaskan dan mempraktekkan cara pembuatan sirup dari bahan Buah Mangrove. [trie diana/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 380 siswa kelas IV SD Muhammadiyah 4 Pucang sangat antusias saat mengikuti pendalaman materi mata pelajaran tematik dengan tema Mengenal Ekosistem Mangrove. Pendalaman materi digelar  di Aula The Millenium Building, Kamis (20/4) kemarin menghadirkan narasumber Soni Mukshon, Ketua Kelompok Tani Wonorejo.
Para siswa sangat antusias ketika Soni menjelaskan dan mempraktekan cara membuat sirup dari Buah Mangrove. Dengan peralatan sederhana Soni yang sering menjadi narasumber di beberapa sekolah ini mengatakan Buah Mangrove berbentuk bulat ini tingkat keasamannya sangat tinggi, sehingga untuk mengupasnya harus menggunakan pisau yang terbuat dari stainless dan jangan menggunakan pisau yang terbuat dari bahan baja sebab pisau bisa rusak dan buahnya tidak baik bagi kesehatan karena terkontaminasi.
”Sebelum buah mangrove ini diolah menjadi sirup harus dikupas dahulu. Tetapi mengupasnya gunakan pisau dari bahan stainless dan jangan kupas menggunakan pisau yang terbuat dari bahan baja. Sebab pisau bisa rusak karena buah mangrove tingkat keasamannya tinggi, selain itu bila menggunakan pisau baja buah mangrove juga bisa terkontaminasi sehingga tidak baik bagi kesehatan. Memasaknya juga harus menggunakan panci bercat, jangan menggunakan panci aluminium,” papar Soni dihadapan siswa.
Menurut Soni, buah Mangrove dikupas dahulu sampai bersih kemudian dimasak di dalam panci dengan perbandingan 1 kilogram buah mangrove, air minum dua liter dan gula 2 kilogram. Setelah dimasak hingga airnya mendidih kemudian didinginkan dan peras dengan kain bersih, agar biji buah mangrove tidak turut dalam sirup yang siap diminum.
Soni juga menjelaskan, manfaat buah mangrove diantaranya untuk minuman, makanan, obat-obatan, untuk bahan kosmetik. Sedangkan mangrovenya sendiri bisa menjadi tempat tujuan wisata dan penelitian. Selain itu, arang dari buah mangrove bisa dibuat bahan chip semi konduktor, peluru kendali dan pesawat ulang alik. Sehingga Hutan Mangrove harus harus dilestarikan dari berbagai kerusakan, mulai dari kerusakan yang disebabkan oleh manusia karena penebangan liar untuk kayu bakar, alih fungsi lahan untuk perumahan atau tambak, pembuangan sampah sembarangan, hingga pencemaran lingkungan.
Menarik, Buah Mangrove yang mengandung vitamin C sangat tinggi ini merupakan satu-satunya buah di dunia yang mengandung yodium sehingga baik untuk dikonsumsi ibu hamil karena bisa mencerdaskan calon bayi. Buah Mangrove ini juga bisa menurunkan kadar gula darah, menyembuhkan hepatitis, untuk obat batuk, sari awan dan radang tenggorokan. Sedangkan Propagol dengan nama latin Brogoera dengan jenis Gymnorheza atau warga sekitar menyebut Lindur atau Panjang putut, bisa diolah menjadi tepung untuk nasi, tiwul, Gethuk atau pastel.
Humas SD Muhammadiyah 4 Pucang, Edi Purnomo SPd, disela-sela mendampingi para siswanya mendengarkan paparan tentang manfaat Mangrove menambahkan, menghadirkan guru tamu yang memahami masalah Hutan Mangrove dan manfaat ini sangat penting untuk pendalaman pelajaran tema 4i tentang makanan sehat dan bergizi yang sudah didapatkan para siswa. [fen]

Tags: