PLN Transmisi Jawa-Bali Bantu Buku Perpustakaan Sidoarjo

Plt GM PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Sumaryadi dan Plt Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sidoarjo, Sucipto, berkeliling melihat koleksi buku di Perpustakaan Sidoarjo. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Puluhan ribu koleksi buku milik PerpustakaanSidoarjo kini semakin terus bertambah jumlahnya. Pada moment Hari Kartini akhir pekan lalun (21/4), PLN Tramisi Jawa Bagian Timur dan Bali, menyerahkan bantuan buku sebanyak 186 judul buku.
Plt General Manager PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Sumaryadi, menyampaikan lembaganya memang punya program bantuan atau CSR terkait itu. ”Kebetulan Kantor kami berada di Sidoarjo, sehingga tidak salah bila kami punya perhatian untuk bersinergi ikut mencerdaskan Bangsa lewat program ini,” jelas Sumaryadi, usai menyerahkan bantuan buku kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sidoarjo.
Batuan ratusan buku yang diserahkan itu, menurut Bapak tiga anak itu, mayoritas atau 25% tentang ilmu kedokteran. Sebab ia mendapat informasi buku-buku tentang itu banyak dibutuhkankalangan mahasiswa kedokteran yang jadi anggota maupun pengunjung Perpustakaan Sidoarjo.Sementara sisanya, adalah buku-buku tentang ilmu pengetahuan lainnya.
”Kedepan kami akan bantu buku-buku informasi tentang PLN, agar wawasan masyarakat tentang informasi kelistrikan bisa bertambah,” lanjutnya.
Pejabat kelahiran Kota Bogor ini sempat menyampaikan, dulu banyak orang tidak banyak tahutentang Paiton, sebagai tempat pembangkit PLTU di Jatim. Orang hanya tahu, di daerah itu sebagai tempat produksi ternak sapi saja. Tapi setelah informasi tentang PLN meluas, perekonomian masyarakat di sana tumbuh dan terus bergerak.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kab Sidoarjo, Drs Sucipto, dalam kesempatan yang sama berharap agar bantuan buku yang diserahkan pihak PLN tersebut, bermanfaat untuk semua pembaca dan pengunjung Perpustakaan Sidoarjo.
Ia menyampaikan, pengunjung Perpustakaan Sidoarjo bisa mencapai kurang lebih bisa 500 orang  sehari. Yang datang, kadang tidak warga Sidoarjo saja. Tapi warga sekitar Sidoarjo yaknidari Pasuruan, Mojokerto dan Jombang. Mereka itu kebanyakan para mahasiswa yang berkuliah di Kota Sidoarjo.
”Kalau mereka ingin menjadi anggota Perpustakaan tidak kami tolak dan tidak kami persulit, karena konsep kami, tidak akan menolak orang yang ingin menjadi pintar, cukup dengan persyaratan yang mudah dan tidak sulit, mereka sudah bisa menjadi anggota Perpustakaan Sidoarjo,” ungkap Sucipto.
Ramainya pengunjung Perpustakaan Sidoarjo ini, sempat membuat tertarik Bank Indonesia, sehingga sempat memberikan  CSR nya berupa bantuan buku, beberapa waktu lalu.
”Kalau lembaga lain ingin juga memberikan CSR nya, silakan, kami sangat terbuka dan berterima kasih,” kata Sucipto, yang ingin menjadikan Perpustakaan sebagai suatu kebutuhan masyarakat Sidoarjo. [kus]

Tags: