PLN Distribusi Jatim Sumbang 1000 Buku Rumah Baca Surabaya

Surabaya, Bhirawa
Program meningkatkan minat baca bagi anak negeri terus dilakukan oleh PLN Jatim. Sebanyak 500 buku bacaan telah diserahkan kepada lembaga sosial, salah satunya ke Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Budi Utama Surabaya.
“Ribuan buku ini disumbangkan ke beberapa rumah baca rajawali RW 01, badan arsip dan perpustakaab kota Surabaya dan taman bacaan Bintang Mangrov,”ungkap Pinto Raharjo manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jatim, Jumat (21/4) disela sela acara.
Seribu buku yang akan disumbangkan tidak semuanya baru, namun ada beberapa buku bekas sumbangan dari karyawan PLN, tapi semuanya masih bagus dan layak baca karena sudah memilih secara teliti.
Kegiatan sosial ini rencananya akan dilakukan setiap tahun, khususnya dalam menyambut Hari Kartini dengan jumlah buku yang akan terus ditambah, mengingat kedepan PLN akan membuka untuk masyarakat yang ingin menyumbangkan buku bancaan yang tidak terpakai.
Sementara itu Ketua PKBM Budi Utama Surabaya, Imam Rochani menyampaikan terima kasih pada PLN yang tahun ini memberi bantuan untuk taman bancaan masyarakat yang dibinanya. “Dengan batuan buku ini kami harap anak didik kami bisa maju dalam belajar karena semakin banyak jenis bukunya,” katanya yang juga Ketua Konsorsium Lingkungan Hidup.
Sebanyak 500 buku bantuan ini tidak semuanya ditempatkan di Taman Bacaan Masyarakat di PKBM Budi Utama yang terletak di Rolak Gunungsari Surabaya, tetapi nantinya dibagikan ke 37 PKBM yang mempunyai taman bacaan.
Sebagai lembaga sosial, PKBM Budi Utama komitmen membantu masyarakat kurang mampu agar bisa mengenyam pendidikan. “Asal ada surat keterangan tidak mampu dari RT RW mereka bisa bersekolah di sini,” jelasnya.
Hingga saat ini, Budi Utama berhasil meluluskan 2.000 murid dengan usia beragam. Bahkan tahun ini akan menggelar Ujian Nasional kejar paket A berbasis Komputer. Ia berharap kerjasama dengan PLN tidak hanya dalam hal bantuan buku saja, tetapi bisa pada level yang lebih tinggi lagi. [Ma,rac]

Tags: