Percepat Pembangunan, Bakorwil V Jember Tancap Gas untuk Koordinasi

Pengasuh Ponpes Al-Qodiri KH Muzzaki Syah didampingi Kepala Badan Perwakilan Provinsi Jatim Wilayah V Jember Tjahjo Widodo SH,MHum (kiri) dan Asisten Pemerintahan Setdaprov Dr Ir Abdul Hamid MP (kanan) saat peresmian kantor Badan Perwakilan Provinsi Jatim Wilayah V Jember.

Jember, Bhirawa
Meski baru hitungan bulan, keberadaan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil)  Pemerintahan dan Pembangunan Provinsi Jatim di Jember (Badan Perwakilan Provinsi Jatim Wilayah V Jember) yang mengkoordinir 7 kabupaten/kota (Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Kabupaten dan Kota Probolinggo)  sudah mulai tancap gas untuk menjalankan programnya. Hal ini untuk memacu percepatan pembangunan di daerah-daerah.
“Kami akan segera komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembangunan. Agar percepatan pembangunan daerah  di wilayah V bisa tepat sasaran dan mencapat target yang diharapkan,” ujar Kepala Badan Perwakilan Provinsi Jatim Wilayah V Jember Tjahjo Widodo SH, MHum saat dikonfirmasi, Kamis (20/4).
Selain itu, mantan Kepala Bakesbangpol Provinsi Jatim ini mengemban misi Gubernur Jatim Dr H  Soekarwo untuk mengembangkan agrobisnis berbasis wisata. Di Jatim merupakan daerah subur yang belum termanfaatkan secara optimal. Hasil tanaman yang melimpah bahkan tembus pasar luar negeri (ekspor).
“Kondisi ini kita manfaatkan, kita terus kembangkan pasar ekspor, tapi kita juga ciptakan tempat tersebut menjadi destinasi wisata baru. Target kita bukan hanya wisatawan domestik, tapi juga wisatawan manca negara datang ke Jawa Timur ke destinasi wisata baru ini. Kita mendorong daerah mana yang perlu dilakukan pengembangan agrowisata,” ujarnya.
Menurut Thahjo percepatan pengembangan daerah diperlukan sinergitas antar daerah. Ia mengatakan bahwa pasar dalam negeri manajemennya cukup kuat. Jika semua daerah berkolaborasi dan saling mengisi apa yang dibutuhkan, Tjahjo berkeyakinan pasar lokal khususnya di Jatim akan terkuasai dengan baik.
“Tinggal kita memikirkan bersama pengembangan pasar dalam negeri. Utamanya soal kualitas dan kuantitas produksi. Jika hal ini sudah dilakukan, kami yakin pasar dunia bisa kuasai,” tandasnya pula.
Konsep yang segera harus dilakukan ujar suami AKBP Tri Juningsih dengan akan segera melakukan koordinasi dengan jajaran Forpimda di 7 kabupaten/kota untuk duduk bersama membahas masalah ini. “Dari pertemuan ini, kita bisa tahu persoalan yang dihadapi masing-masing daerah dan apa yang perlu disinergikan,” terangnya pula.
Tjahjo Widodo juga berkoordinasi dengan lembaga Universitas Jember terkait program agrobis berbasis wisata. [efi]

Tags: