Pemkab Malang Sulit Kembangkan Wisata Pantai

Salah satu Pantai Lenggoksono, Desa Purwodadi, Kec Tirtoyudo, Kab Malang, yang menjadi pilihan para penggiat olah raga surving.

(Terkendala Perhutani)
Kab Malang, Bhirawa
Pengelolaan wisata pantai di wilayah Kabupaten Malang, saat ini masih belum menemukan titik temu antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dengan Perusahaan Umum (Perum) Perhutani. Karena sepanjang pesisir pantai dikuasai Perum Perhutani.
Agar ada titik temu pada kedua lembaga tersebut, maka antara Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang berkonsultasi ke Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
“Karena selama ini tidak ada titik temu antara Pemkab Malang dengan Perum Perhutani, maka hal itu menyebabkan akan sulit untuk mengembangkan wisata pantai di Kabupaten Malang,” kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Malang Muslimin, Senin (24/4).
Padahal, lanjut dia, Pemkab Malang sudah mempromosikan diri jika Kabupaten Malang ini memiliki destinasi wisata seribu pantai. Sehingga untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut, tentunya Pemerintah Pusat melalui Kemenpar dan Kementerian Lingkugan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) membuat regulasi. Karena Perum Perhutani dibawah Kemen LHK, sehingga kedua kemeterian itu yang kita harapkan bisa membuat regulasi untuk pengelolaan pantai di wilayah Kabupaten Malang.
“Upaya untuk menyelesaikan pengelolaan wisata pantai dan kawasan pantai di wilayah Kabupaten Malang ini, pihaknya tidak hanya pada Pemerintah Pusat saja, namun juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemangku kepentingan hingga pada DPRD Jawa Timur, namun tidak membuahkan hasil,” ungkap Muslimin.
Ia menegaskan, meski hingga kini DPRD Kabupaten Malang belum berhasil menemukan jalan keluarnya, tapi pihaknya tetap berusaha mencari celah dan masukan dari Kemenpar untuk mencari solusi atas persoalan ini. Konteksnya bukan mencari menang atau kalah antara Pemkab Malang dengan Perum Perhutani, namun kepentingannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir pantai yang saat ini menjadi kawasan wisata pantai.
Menurut Muslimin, sampai saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang dari sektor Pariwisata dinilai sangat kurang. Hal itu jika dibandingkan dengan begitu banyaknya destinasi wisata yang ada, terlebih wisata pantai. Sebab, PAD dari sektor Pariwisata untuk tahun 2016 hanya sebesar Rp 1,2 miliar. Sehingga dengan pemasukan PAD di sektor Pariwisata sebesar itu, maka sangat ironi sekal. “Padahal, Kabupaten Malang ini memiliki potensi tempat wisata yang berlimpah, hanya terkendala adanya regulasi¬† pengelolaan. Hal itu telah menyebabkan tidak bisa di selesaikan untuk saling menunjang,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, kata dia, tercatat sebanyak 5,8 juta wisatawan datang ke Kabupaten Malang pada tahun 2016. Sedangkan wisatawan yang datang ke kabupaten ini sebanyak 60 persen atau 3,6 juta orang berkunjung ke tempat wisata pantai.
Hal ini juga dibenarkan, Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, jika kunjungan wisata di Kabupaten Malang telah mencapai 5,8 juta orang. Sedangkan wisatawan yang datang di Kabupaten Malang ini, tidak hanya dari wisatawan lokal saja, namun juga wisatawan dari mancanegara.
“Tapi sayangnya, pengelolaan tempat wisata khususnya tempat wisata pantai belum bisa kita kelola secara maksimal. Karena masih adanya terkendala yang hingga kini belum ada penyelesaian antara Pemkab Malang dengan Perum Perhutani,” terangnya.
Ditegaskan, Kabupaten Malang ini sebenarnya memiliki magnet wisata pantai yang hingga kini masih menjadi pilihan utama para wisatawan. Dan bahkan, ada dibeberapa pantai diantaranya Pantai Lenggoksono, Wedi Awu, Modangan, Nganteb, Sendiki, dan Tamban, saat ini menjadi surga penggiat olah raga surving. Sehingga penggiat olah raga surving tersebut, saat ini sudah membentuk Malang Surving Assosiation (MSA).
“Potensi wisata pantai di Kabupaten Malang ini, maka Pemkab Malang terus berupaya untuk segera bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga agar bisa mendongkrak PAD Kabupaten Malang di sektor Pariwisata,” tandas Made. [cyn]

Tags: