Kemendikbud Puji Angka Beraksara di Jombang Capai 95,6%

Direktur PAUD Kemendikbud Ella Yulaelawati, Wabup Jombang Hj Mundjidah Wahab melakukan penandatanganan komitmen bersama tentang Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra SD, Rabu (26/4). Kegiatan ini juga dihadiri Forpimda dan camat se- Jombang. [ramadlan]

Jombang, Bhirawa
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia memuji Kabupaten Jombang dalam hal besarnya angka warga Jombang yang telah beraksara.
Hal ini di sampaikan Direktur PAUD Kemendikbud RI  Ella Yulaelawati R,MA, PhD saat menyampaikan pidato pada acara Jombang Membaca untuk Indonesia Membaca di Desa Menturo Sumobito Jombang, Rabu (26/4).
“Kabupaten Jombang angka beraksaranya sudah mencapai 95,6 persen. Makanya Bu Wabup, harusnya dijadikan Kabupaten Literasi saja,” ungkap Ella kepada Wakil Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab yang kemarin hadir didampingi Bunda PAUD Tjaturinayuli Wihandoko, serta Kepala Dinas Pendidikan Jombang drg Budi Nugroho.
Ella juga  mengatakan perkembangan literasi di dunia telah sedemikian majemuk seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Keaksaraan sekarang bermakna penguasaan menggunakan bentuk tematik dalam berbagai mode visual, aural, dan digital.  Seperti data dari survei tahun ini, indonesia menempati peringkat 1 dunia dalam penggunaan Twitter, peringkat 6 dunia dalam penggunaan Facebook, dan 10 besar dunia pengguna Youtube dan What’sApp.
Namun hal ini dinilai antagonis jika dibandingkan dengan data statistik yang dilansir Unesco pada 2012 yang menyebutkan indeks minat baca di Indonesia yang masih pada level 0,001 artinya, dari 1. 000 penduduk, hanya satu orang yang memiliki minat baca.
Pada konteks pendidikan usia dini, Ella mengingatkan pentingnya kebiasaan  membaca sejak dini dengan melibatkan orangtua, masyarakat dan pengajar PAUD. “Keaksaraan awal yang berhasil adalah keaksaraan yang berbasis bermain,” tambahnya.
Namun Ella juga berpesan agar berhati – hati terhadap materi bacaan anak usia dini yang mengandung unsur radikalisme yang berisi provokasi dan kebencian terhadap aparat negara. Metode pembelajaraan usia dini juga benar – benar harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. “Tidak bijaksana mengikutkan anak usia dini untuk kursus baca, dan kita tidak akan memberikan izin kursus baca untuk anak usia dini,” tegas Ella.
Pemerintah pusat menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 3,3 triliun  untuk PAUD se-Indonesia tahun ini. Dari angka tersebut, Provinsi Jatim mendapatkan Rp 744 miliar  dan Kabupaten Jombang mendapatkan sebesar Rp 22 miliar. Selain itu, kunjungan Direktur PAUD ke Jombang kali ini juga memberikan bantuan  sebesar Rp 445 juta untuk PAUD di Jombang.
Pada akhir acara, diadakan penandatanganan komitmen bersama tentang Penuntasan Ikut PAUD Satu Tahun Pra SD antara camat – camat di Jombang. Dalam kerjasama ini Bupati Jombang diwakili Wabup Mundjidah, dan Kemendiknas diwakili  oleh Direktur PAUD Kemendiknas Ella Yulaelawati. Acara yang diadakan di halaman rumah keluarga Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini juga dihadiri praktisi PAUD di Kabupaten Jombang. [rur]

Tags: