Kaya Inovasi, Posyandu RAPI Wakili Jatim tembus Nasional

Siti Amsah Mas’ud Yunus (kanan) melakukan pengecekan persiapan lomba Posyandu Nasional di Raung, Kelurahan Wates. [kariyadi/bhirawa)

Kota Mojokerto, Bhirawa
Posyandu Raung – Merapi (RAPI)  Kota Mojokerto    menjadi wakil Jatim dan dinilai tim juri Nasional,  Kamis (27/4) hari ini. Posyandu  dengan model terintegrasi  ini aukses mewakili Jawa Timur karena dinilai sebagai Posyandu yang kaya inovasi.
Siti Amsah Mas’ud Yunus, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Rabu (26/4) mengecek kesiapan di Posyandu Raung-Merapi (RAPI). Pemeriksaan dilakukan isteri Wali kota ini menjelang penilaian tim juri  tingkat Nasional.
Ketika memantau kesiapan lemarin,  Siti Amsah bersama TP PKK dan dinas terkait melakukan koordinasi lapangan dan memastikan lomba posyandu, bina balita KB dan PAUD tingkat nasional yang mewakili Jawa Timur di tingkat Nasional ini dapat berjalan seperti yang diharapkan.
Dijadwalkan,  tim penilai dari pusat akan diterima di Pendopo Graha Praja Wijaya Kantor Pemkot Mojokerto bersama Pejabat Pemkot dan Ketua Tim Penggerak PKK Siti Amsah Mas’ud Yunus. Kemudian bersama-sama menggunakan bus pemkot menuju lokasi lomba.
Tim penilai dari pusat akan disambut pelajar di sepanjang jalan Raya Ijen dan Jalan Raung. Di lokasi lomba juga akan disambut kader motivator kesehatan dan Drum Band. Sekaligus akan ada penampilan senam dari lansia Wates dan kesenian tari.
Dipilihnya Posyandu RAPI sebagai Posyandu yang mewakili Jawa Timur karena Posyandu ini mempunyai banyak terobosan. Antara lain kegiatan inovasi yang bartajuk “Si Rohma dan Bang Sate Makan Terasi Dabu Pake Kolor Ijo Seksi di Posko Paman”.
Inovasi tersebut merupakan gabungan akronim yang merupakan terobosan dari posyandu RAPI yaitu; Singkirkan rokok dalam rumah, bank sampah terpadu, mari gerakan tradisional sehat, pendampingan ibu hamil risiko tinggi, konsumsi kelor ijo, sertifikat asi, dan posko pangan aman.
“Alhamdulillah Tim Penggerak PKK, Organisasi Perangkat Daerah dan masyarakat dapat bekerja sama akan menampilkan yang terbaik,” terang Siti Amsah Mas’ud Yunus. Istri Wali Kota Mojokerto ini menuturkan bahwa penilaian tingkat nasional ini merupakan bukti kesungguhan dan kerja keras masyarakat untuk mensukseskan kegiatan posyandu.
Penilaian posyandu tingkat Nasional ini juga merupakan perwujudan Kota Mojokerto sebagai kota pelayanan, service city yang maju. Dimana TP PKK bersama Pemerintah dan masyarakatnya dapat bersama-sama mewujudkannya. “Perlombaan ini tidak hanya tentang menang atau kalah, tapi ini semua merupakan perwujudan gotong royong dan kerja sama yang baik yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat,” tutur Siti Amsah Mas’ud Yunus. [kar.adv]

Tags: