Kab.Sidoarjo Pamerkan 10 Inovasi Layanan Publik

Gubernur Soekarwo menjelaskan proses inovasi pelayanan public yang telah diterapkan oleh Kab Sidoarjo, saat peringatan hari Otoda ke XXI, kemarin. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Kab Sidoarjo dalam pameran public di hari Otoda ke XXI, Selasa (25/4) kemarin, di Alun-alun Sidoarjo, memamerkan 10 jenis inovasi pelayanan publiknya. Paling banyak jenisnya, bila dibanding dengan semua peserta pameran pelayanan public yang jumlahnya ada 40 stand dari berbagai Provinsi, Kabupetn/Kota dan Instansi itu.
Kepala Bagian Organisasi Kab Sidoarjo, Drs Ahadi Yusuf MSi, menyampaikan 10 jenis inovasi pelayanan public itu masing-masing berasal dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP sebanyak tiga jenis inovasi. Yakni pelayanan paket perizinan online, sistim informasi pelayanan terpadu dan tanda tangan serta stempel elektronik.
Dari RSUD Sidoarjo ada enam jenis inovasi. Yakni Simaneis, SMS Antrian, informasi kamar RS, Rekam medic elektronnik, anak lahir membawa akte kelahiran dan KK (ALAMAK) dan elektronik akte kematian.
”Dan inovasi Berkas Mlaku Dhewe (BMW) dari Kec Sukodono,” jelas Yusuf, Rabu (26/4) kemarin.
Ia menyampaikan selama ini, untuk inovasi  dari Dinas Penanaman Modal dan RSUD Sidoarjo itu telah mendapatkan penghargaan dari Kemenpan. Sedangkan inovasi BMW juga telah mendapat apresiasi dari Kemendagri, yakni akan direkomendasikan supaya juga diterapkan pada 538 Kab/Kota di Indonesia.
Disampaikan Yusuf, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah kedepan dan setrusnya diharapkan agar semua SKPD di Kab Sidoarjo bisa menciptakan inovasi pelayanan public untuk memudahkan urusan dari warganya.
”Dalam moment hari Otoda kemarin, kita harus termotivasi untuk bisa melahirkan inovasi pelayanan public, karena inovasi ini tujuannya untuk kepentingan masyarakat,” jelas Yusuf.
Dirjen Otoda, Sony Sumarsono, saat peringatan hari Otoda kemarin, mengingatkan semua daerah agar sedikit demi sedikit mulai meninggalkan pelayanan public dengan cara-cara konvensional. Tapi hendaknya mulai menerapkan pola smart city. Yakni menggunakan teknologi informasi. Agar pelayanan public yang dilakukan lebih mudah, cepat dan efisien.
Dalam peringatan hari Otoda, kemarin, cara-cara pelayanan public di Sidoarjo yang sudah menerapkan smart city itu, mendapat kunjungan dari Menkopolhum, Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Gubernur Jatim Soekarwo serta Bupati Sidoarjo Saiful Ilah serta undangan lainnya. [kus]

Tags: