BPJS Ketenagakerjaan Butuh Bantuan Kerja Sama Pemkab

BPJS Ketenagakerjaan Lumajang saat memberikan sosialisasi kepada para pekerja gula aren di Kecamatan Candipuro.

Lumajang, Bhirawa
Keberadaan BPJS Ketenagakerjaan yang merupakan Badan Hukum Publik untuk di Kabupaten Lumajang masih mengalami berbagai kendala hingga pencapaiannya peserta yang ikut BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Lumajang,masih belum bisa memenuhi target dari ketentuan yang sudah menjadi ketetapan. Padahal BPJS Ketenagakerjaan merupakan program strategis Nasional yang harus di dukung oleh pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Lumajang.
Demikian kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan,Triyanto ketika di konfirmasi diruang kerjanya (18/4) yang mengaku bahwa keberadaan BPJS Ketenagakerjaan masih perlu dukungan dari pemerintah Kabupaten Lumajang. Triyanto menjelaskan bahwa dukungan BPJS Ketenagakerjaan hingga saat ini sebenarnya telah meberikan kontribusi perputaran ekonomi kemasyarakatan dengan adanya klaim JHT ( Jaminan Hari Tua ) dengan nominal 100 juta perhari dan tersebar di Kabupaten Lumajang. “Klaim JHT yang terserap oleh warga Lumajang kisaran 100 juta per hari, dan itu turut andil juga dalam menstabilkan perekonomian rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut Triyanto juga mengatakan bahwa rencana sasaran perserta yang dibidiknya yaitu peserta dari Honorer Daerah, para perangkat Desa serta dari tenaga pendidikan hingga kini masih sepenuhnya belum terealisasi. Oleh sebab itu ,mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No 85 yang mengisyaratkan adanya bekerjasama antar lembaga, dia berharap Pemerintah Daerah dan legislatif juga dapat bekerjasama dalam memberikan jaminan perlindungan terhadap para pegawai dan karyawan di lingkungan Pemkab Lumajang.
Triyanto juga menjelaskan bahwa respon Pemerintah Lumajang sudah ada dengan terbitnya Instruksi Bupati No 1 tahun 2016, akan tetapi dukungan tersebut masih belum terealisasi. “Saat ini telah terbit Instruksi Bupati No 1 tahun 2016 akan tetapi kita masih perlu regulasi teknis, dan saat ini masih kita tunggu,” terangnya.
Hingga memasuki pertengahan tahun2017 ini, jumlah peserta yang ditargetkan sebanyak 19 000 peserta Penerima Upah dan target Pekerja Mandiri ( informal) yang ditargetkan per tahunnya sebanyak 734 peserta, menurut Triyanto baru terealisasi jumlah peserta sebanyak 40 persen. [dwi]

Tags: