BI Jember Kawal Pertanian dengan Program Klaster

BI Jember saat panen raya tanaman padi organik cluster binaannya di Desa Singojuruh Kab. Banyuwangi, Rabu (26/4) siang.

Kab.Jember, Bhirawa
Bank Indonesia Jember akan terus concern mengawal pertanian khususnya bahan pokok beras dan cabai. Karena komuditas tersebut khususnya beras memiliki bobot penyumbang inflasi secara langsung. “Jika harga beras naik secara otomatis akan berpengaruh pada meningkatnya inflasi. Sebaliknya, jika harga beras turun inflasi akan turun,” ujar Lukman Hakim Deputi Perwakilan BI Jember saat memberikan materi dalam kegiatan Sosialisasi Peranan Bank Indonesia dan Diskusi Isu Strategis dengan Media se Jawa Timur, Selasa (25/4)
Menurut Lukman, naiknya harga disebabkan mininya ketersediaan barang akibat pasukan barang yang kurang dipasaran. Untuk membantu suplay barang dipasaran , BI Jember membentu dari sektor riil melalui program cluster. BI telah melakukan identifikasi masing-masing daerah yang akan dijadikan sentra komuditas sesuai dengan produk unggulan masing-masing daerah.
“Jember dijadikan cluater cabe, sapi perah dan beras organik, Banyuwangi cluster beras organik, Bondowoso dijadikan daerah kopi dan beras, Situbondo dijadikan sentra sapi potong yang menjadi binaan Bank Indonesia Jember,” ujarnya.
Di Jember, kata Lukman lembaganya mencoba mengembangkan beras organik. BI Jember melakukan pendampingan mulai hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga marketingnya. “Kita menggandeng pakar pertanian dari Universitas Muhammadiyah Malang untuk melakukan pendampingan. Sedang pemasarannya, kita mencoba memperkenalkan kepada para pelaku ekonomi dan responnya cukup bagus. Bahkan beras organik dari Banyuwangi sudah tembus pasar dunia,” ungkapnya pula.
Lukman berharap produksi beras organik di musim tanam ini hasilnya meningkat. Dengan sistem pola tanaman yang baik, Lukman berharap produksi beras organik mencapai 7 ton perhektarnya.” Jika produksinya meningkat diharapkan menjadi daya tarik bagi petani lainnya untuk mengembangkan beras organik,” harapnya. Harga beras organik tembus Rp.17.000/kg.
Pada komuditi cabe rawit, BI Jember berharapkan kedepan adanya kemitraan dengan pihak pabrikan seperti yang dilakukan oleh para petani cabe  di Jamber. Karena dengan adanya kerjasama ini, para petani tidak akan menjadi korban para tengkulak.”Kalau cabe, petani sudah menjalin kemitraan dengan pihak pabrikanHeinz ABC, Indofood,” ujar Lukman yang didampingi oleh Agus Gde Wijaya Humas BI Jember. [efi]

Tags: