60 Desa Ikuti Deklarasi Gresik Berhias

Wabup Qosim saat launching Gresik Berhias di Bunderan GKB kemarin. [kerin ikanto/bhirawa]

(Menuju Kabupaten Bebas Sampah)
Gresik, Bhirawa
Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Moh Qosim, melaunching kegiatan bertajuk Gresik Berhias, Senin (24/4). Kegiatan yang dihelat di Bunderan GKB (Gresik Kota Baru) itu dihadiri sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemkab Gresik.
Kegiatan Gresik Berhias diikuti sekitar 60 desa. Ini berdasarkan laporan yang diterima Wabup dari penyelenggara. Mereka terdiri dari tujuh desa/kelurahan di Kec Gresik, Kebomas, Manyar dan 13 kecamatan lainnya memilih dua hingga empat desa terbaik.
Wabup menyatakan rasa bangga lantaran setiap desa terlibat pada kegiatan Gresik Berhias sebelumnya. Terbukti dari beberapa desa yang menjuarai Gresik Berhias mampu menjadi Desa Berseri Mandiri di Jatim. Antara lain Desa Lasem, Kramat Inggil, Gending dan Pekauman.
”Supaya hal ini terulang kembali, maka kami berharap setiap kecamatan bisa mengeluarkan desa atau kelurahan terbaiknya,” ujar Wabup Qosim.
Diharapkan Wabup, agar kegiatan Gresik Berhias diikuti sebaik  dan semaksimal mungkin. Sebab, manfaat kegiatan Gresik Berhias cukup banyak. Termasuk tujuan menuju Gresik bebas sampah tahun 2020.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Gresik, Soemarno menjelaskan, ada tiga juara Gresik Berhias tahun ini. Diantaranya, kategori madya, pratama dan yel-yel. Untuk itu, ia mengingatkan para camat untuk tidak hanya mengutamakan yel-yel, tapi juga mengeksplor potensi wilayahnya. ”Seperti halnya penghijauan, pengolahan sampah dan sejumlah kriteria pendukung lainnya,” jelasnya.
Ditambahkan Sumarno, kegiatan ini bisa memiliki bank sampah di setiap desa. Dari kegiatan Gresik Berhias ini, semakin banyak masyarakat yang menanam pohon. Sehingga ke depan bisa mengembalikan Gresik menjadi hijau dan asri seperti dulu. [eri]

Tags: