5 Keluarga Korban Longsor Nganjuk Terima Santunan

Lima keluarga korban longsor Dusun Dlopo Desa Kepel Kecamatan Ngetos menerima bantuan dari Pangam V Brawijaya, Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko.(ristika/bhirawa)

(Pangdam V/Brawijaya ke Nganjuk dan Madiun)
Nganjuk, Bhirawa.
Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko, Selasa (18/4) menyerahkan bantuan kepada lima keluarga korban tanah longsor di Dusun Dlopo Desa Kepel Kecamatan Ngetos. Selain itu, jendral bintang dua tersebut juga meninjau lokasi tanah langsor yang telah merenggut lima korban dan hingga kini belum ditemukan. Kustanto menjelaskan, alasankunjungannya adalah melihat secara langsung proses pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan personil gabungan antara TNI, Polri, BPBD dan para relawan.
Selain itu, Pangdam juga memberi instruksi kepada prajurit di jajarannya khususnya di daerah rawan bencana untuk selalu tanggap bencana. “Tanggap bencana memang menjadi tugas operasional selain perang. Maka kesatuan yang dekat dengan lokasi bencana tersebut harus siap melakukan kesiapsiagaan bencana,’ kata Pangdam di Posko tanggap bencana Desa Sumberbendo Kecamatan Ngetos.
Instruksi Pangdam mendapat perhatian jajaran dibawahnya diantaranya Kodim 0810 Nganjuk, terbukti ketika terjadi bencana tanah longsor, jajaran Kodim 0810 bersama elemen lainnya melakukan proses pencarian dan evakuasi korban.
Sementara itu, Pemkab Nganjuk akan merelokasi 84 warga ke tempat yang lebih aman. Hal tersebut menyusul adanya laporan retakan tanah baru yang tak jauh dari lokasi longsor.  Menurut Bupati Nganjuk, Drs H Taufiqurrahman, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, BPBD, BNPB, terkait penanganan titik retakan tanah baru di Dusun Selopuro Desa Ngetos Nganjuk. “Retakan sepanjang 100 meter, dengan lebar sekitar 30 centimeter, di area jalan desa , terjadi sejak 3 tahun lalu dan mengancam 84 kepala keluarga, karena jarak retakan tanah dengan pemukiman sangat dekat,” kata Taufiqurrahman.
Menurut Bupati Nganjuk, 10 kepala keluarga yang rumahnya sangat dekat dengan retakan akan direlokasi secepatnya. Selebihnya akan dilakukan relokasi secara bertahap. Namun masih belum bisa memutuskan waktunya, karena harus berkoordinasi dengan institusi terkait.
Ke Madiun
Sementara itu, sebelumnya Panglima Kodam (Pangdam) V  Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, juga melakukan kunjungan kerja (kunker) di Madiun. Kunjungan Kerja dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di wilayah Kabupaten/Kota Madiun di Pendapa Muda Graha Pemkab Madiun, Senin malam (17/4).
Rombongan Pangdam V Brawijaya bersama beberapa Asisten Kodam, diterima langsung oleh Bupati Madiun, H. Muhtarom, S.Sos bersama Wakil Wali Kota Madiun, Ketua DPRD Kab/Kota Madiun, Dan Lanud Iswahyudi, Danrem 081 Dirotsahajaya Madiun dan jajaran Forkopimda Kab/Kota Madiun itu selanjutnya, singgah ke Bakorwil Madiun langsung diterima Kepala Bakorwil Madiun, Dr. Suprianto, SH. M.Hum.
Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dalam sambutannya antara lain mengatakan, kegiatan  konsolidasi antar anggota Forkopimda Kab. Madiun dibawah bimbingan Danrem 081 Dirotsahajaya Madiun semuanya berjalan dengan sangat baik, solid dan harmonis. Dengan demikian tidak ada sesuatu hal apapun yang tidak bisa diselesaikan secara bersama sama.
Dilaporkan pula, dalam upaya menjalin silaturhami dengan seluruh komponen masyarakat Kab. Madiun hampir dalam satu bulan rata-rata dua kali jajaran Pemerintah Daerah, TNI, dan POLRI bersama DPRD melaksanakan kegiatan kerja bhakti/gotong royong bersama yang dikemas dalam kegiatan Bhakti Sosial Terpasu (BST). Meskipun kebersamaan telah begitu baik, tetapi masing-masing tidak ada yang intervensi pada bidang tugasnya masing-masing. Semua berjalan sesuai tugasnya masing-masing.
Kesempatan itu, Bupati Madiun melaporkan,di wilayah Madiun ada 11 perguruan pencak silat. Meski demikian semuanya dapat hidup berdampingan, sehingga tercipta suasana guyup rukun. Dan pada saat ini pencak silat di Madiun akan dijadikan ikon pariwisata lokal Madiun yang diharapakan kedepannya dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Madiun. Dengan demikian kegiatan Pencak Silat nantinya dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah Madiun.
Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, dalam sambutannya, mengatakan, kekuatan dari Negara Republik Indonesia ini tinggal satu, yaitu gotong royong. “Kalau kita semua mampu menggalang buday gotong royong tentunya kita akan bisa dengan mudah mencapai kemajuan bangsa Indonesia dan kedaulatan negara Indonesia akan terus terjaga,” tegas Pangdam.
Dijelaskan pula, filosofi gotong royong mempunyai makna yang sangat luar biasa, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, hal ini mempunyai makna yang sangat mendalam. “Untuk itu kita harus terus menjaga budaya bangsa Indonesia yaitu budaya gotong royong masyarakat,” pungkas Pangdam berharap. [ris,dar]

Tags: