120 Petani Kab.Probolinggo Ikuti Balap Traktor

Peserta perempuan juga ikuti lomba balap handtraktor.

(Poktan Kelampokan Juara I Katagori Perempuan)
Kab.Probolinggo, Bhirawa.
Sebanyak 120 petani dari 64 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Probolinggo ikut andil dalam balap hand tracktor yang digelar paguyuban petani setempat Lomba balap Handtraktor yang di lakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo, kelompok Tani Desa Kelampokan Kecamatan Besuk, berhasil menjadi juara 1 tingkat Kabupaten Probolinggo, katagori perempuan. Sedangkan katagori pria, berhasil menyabet juara 3.
Kepala Desa Kelampokan Kecamatan Besuk, Doni Selasa (18/4) mengatakan, kalau di raihnya juara 1 katagori perempuan dalam lomba itu, merupakan hal yang sangat luar biasa. wanita bisa mengerjakan semua pekejaan laki-laki, akan tetapi pekerjaan wanita sangat repot di kerjakan oleh pria. Makanya itu, perempuan harus kuat dan belajar Eksistensi RA Kartini.
Petani di Kabupaten Probolinggo, mempunyai cara berbeda dalam menyambut musim tanam padi tahun ini. Yakni dengan menggelar balap hand traktor di lintasan berlumpur. Menariknya, tidak hanya petani pria, petani perempuan pun turut andil meramaikan budaya adu cepat pembajak sawah yang telah berlangsung sejak tiga tahun silam.
Sebanyak 120 petani dari 64 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se-Kabupaten Probolinggo ikut andil dalam balap hand tracktor yang digelar paguyuban petani setempat, Senin (17/4) siang. Menaklukkan lintasan berlumpur sepanjang 200 kilo meter persegi di area persawahan Desa Asembagus Kecamatan Kraksaan menjadi tantangan peserta.
Peserta kemudian dilepas masing-masing 4 orang dengan sistem gugur dan hanya juara pertama yang berhak melaju ke babak selanjutnya. Tidak hanya kecepatan melahap lintasan, performa traktor selama balapan juga menjadi acuan panitia dalam menetapkan pemenang. Meski terbiasa membajak, namun tidak mudah bagi peserta menjadi yang tercepat. Selain genangan lumpur yang lebih dalam dibanding sawah pada umumnya, sempitnya lintasan juga menyulitkan peserta untuk bermanuver.
Menariknya, tidak hanya petani pria, belasan ibu – ibu petani tak gentar adu cepat kuda Jepang tersebut. Padahal mereka tidak dibekali latihan sebelumnya, sehingga banyak peserta wanita yang lepas kendali saat berusaha menyalip peserta lain. “Peganganya licin, tanahnya terlalu dalam, jadi akhirnya saya jatuh. Wong saya ndak pernah nyoba, tidak pernah belajar, ngak ada persiapan khusus, ya capek,” kata Doni.
Menurut Hasan Aminuddin suami bupati Probolinggo, Hj. Tantrianan Sari, balap alat pembajak sawah merupakan tradisi para petani Probolinggo menyambut musim tanam padi kedua, sekaligus ajang silatur rahim antar petani. Sebelum menggunakan hand traktor, tradisi ini menggunakan kerbau atau sapi.
“Hanya ada di kabupaten probolinggo, sebuah iniovasi memperat silaturrahim antar petani, tentunya kegiatannya harus bernafaskan petani itu sendiri. Kegiatan balap hentraktor inilah yang menjadi alat pemersatu masyarakat petani. Sehingga berkumpulnya ini menjadi silaturrahim bagaimana menstabilkan hasil produksinya dan tidak dalam posisi rugi,” ujarnya.
Bagi pemenang lomba, selain uang tunai senilai total 50 juta rupiah juga disiapkan trophy penghargaan. Rencananya, ajang serupa juga akan diigelar tahun depan mengingat tingginya antusiasme warga dan petani. Hal tersebut juga dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-271.
Anggota Komisi VIII DPR RI, H Hasan Aminuddin, lomba ketangkasan balap handtraktor tersebut, merupakan nilai kreatif serta mempertahankan adat nenek moyang. Sebab, kalau membajak sawah pada jaman dahulu menggunakan Sapi, namun sekarang menggunakan handtraktor. “Petani memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Sehingga tidak mengherankan manakala petani mendapatkan prioritas utama dalam pembangunan,” ungkapnya.
Pemerintah sangat peduli terhadap petani. Bahkan untuk mendukung kerja petani, pemerintah sudah memberikan bantuan handtraktor yang penyalurannya dalam pengawasan supaya diketahui sudah benar diberikan apa belum.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Hasyim Ashar mengatakan, selain sebagai sarana silaturahim  antar sesama masyarakat kelompok tani dengan pimpinan daerah, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para operator handtraktor untuk unjuk ketangkasan mengoperasikan handtraktor. [wap]

Tags: