Wali Kota Blitar Komitmen Berantas Pungli

Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar saat mengukuhkan Unit Pemberantasan Pungutan Liar Kota Blitar di Balaikota Koesoemo Wicitra, Senin (8/3) kemarin. [Hartono/Bhirawa]

(Dorong investasi)
Kota Blitar, Bhirawa,
Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar berkomitmen tegas memberantas pungutan liar. Pemberantasan pungli dinilai Samanhudi Anwar akan meningkatkan daya saing daerah dan meningkatkan investasi. Hal itu disampaikan Samanhudi Anwar setelah mengukuhkan unit pemberantasan pungutan liar Kota Blitar, di Balaikota Koesoemo Wicitra, Senin (8/3) kemarin.
Berbagai latar belakang menjadi anggota unit ini diantaranya unsur Pemerintah Kota Blitar, unsur Polres Blitar Kota, unsur KODIM 0808, unsur SubDenpom III, dan unsur kejaksaan negeri Blitar. Setelah dilantik, tim langsung melaksanakan koordinasi dengan menggelar rapat yang dipimpin oleh Wakapolres Blitar Kota.
“Saya membuka diri untuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak agar proses pemberantasan pungli di Kota Blitar berjalan baik. Pemberantasan pungli di Kota Blitar akan mendorong masuknya investasi,” kata Wali Kota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar.
Selain telah menjadi amanat dari Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2016, jelas Wali Kota, pembentukan unit ini juga melaksanakan arahan dari Presiden Joko Widodo, sekaligus keberadaan tim ini harus memang telah menjadi kebutuhan.  Jika menginginkan Kota Blitar sebagai kota yang menjadi tujuan investasi, kota yang menjadi tujuan pariwisata, dan kota yang nyaman ditinggali, maka pesan Samanhudi pungli ini harus diberantas.
“Keberadaan pungli selain merugikan negara juga meresahkan masyarakat. Sehingga pembentukan tim ini merupakan wujud nyata dari kinerja pemerintah dalam memberantas pungutan liar dan bertujuan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ujarnya.
Lanjut Samanhudi dengan adanya tata kelola pemerintah yang baik merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan Kota Blitar. Sehingga tim ini merupakan mandat dan amanah dari masyarakat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan profesional.
Selain itu, juga untuk mencapai cita-cita pembangunan dan optimalisasi pelayanan publik bisa dijalankan dan direalisasi dengan baik. Karena menurutnya budaya pungli yang selama ini masih terjadi harus segera dihapus, dimana pelayanan publik yang bersih akan memberi dampak positif bagi tumbuh kembangnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berpesan karena unit ini dibentuk dari lintas instansi, maka kuncinya berada pada koordinasi. Saya harapkan tim ini memiliki koordinasi yang baik dan tidak bekerja sendiri – sendiri. Fungsi – fungsi intelijen, pencegahan, penindakan, maupun yustisi akan berjalan optimal apabila dilaksanakan secara terkoordinasi,” terangnya.
Wali Kota juga berpesan agar tim ini lebih menggencarkan upaya pencegahan sehingga proses sosialisasi kepada masyarakat tentang jenis dan bahaya pungutan liar ini dapat tersosialisasikan dengan baik. Sehingga jangan sampai ada kesan bahwa tim ini hanya mencari sasaran dan target semata, tetapi juga mengedepankan upaya – upaya pencegahan dan memberikan edukasi serta penyadaran kepada masyarakat. “Untuk itulah, diperlukan adanya daya upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif dan mampu mendidik masyarakat,” jelasnya.
Tambah Samanhudi, ini merupakan bentuk semangat untuk sama-sama bernenah diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di mana Pemerintah Kota Blitar berbenah, Polres Kota Blitar berbenah, Kodim, Kejaksaan, Instansi Vertikal dan semua instansi lainnya juga bersama-sama berbenah untuk memberikan layanan yang semakin profesional, semakin bersih, dan terbebas dari budaya pungli. [htn.adv]

Tags: