Wajib Daur Ulang Sampah

Foto Ilustrasi

Kini waktunya memulai menata dan mengelola sampah, hingga menjadi sumber ke-ekonomian. Sampah telah menjadi keniscayaan kehidupan, tak terhindarkan. Semakin banyak kegiatan sehari-hari, akan menghasilkan limbah buang lebih besar pula. Volume sampah sudah mencapai 250 ribu ton, dengan tren pertambahan sampah mencapai 10% per-tahun. Walau identik dengan sumber penyakit, tetapi sesungguhnya sampah dapat menjadi sumber energi alternatif (biogas).
Maka setiap pemerintah daerah mesti meng-inovasi problem sampah, bisa melalui Perda (Peraturan Daerah). Kota-kota besar (juga beberapa kota di Jawa Timur) sudah memasuki situasi darurat pengelolaan sampah. Volume sampah nasional sudah mencapai 250 ribu ton per-hari. Anehnya, beberapa perusahaan nakal masih terus melakukan impor sampah, termasuk limbah B3 (bahan beracun berbahaya).
Memperingati hari “Pengelolaan Sampah,” beberapa Bupati dan Walikota (bersama Menteri, dan mantan menteri Lingkungan Hidup) berkumpul di Surabaya. Ini untuk kedua kalinya, dikukuhkan penguatan pengelolaan sampah, dibawahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Targetnya, mengurangi timbunan sampah sampai 20% per-tahun. Dalam hal per-sampah-an, harus diakui, Surabaya lebih maju (20 tahun) dibanding daerah lain.
Surabaya telah mengelola (secara sistemik) sampah, sejak dekade 1980-an. Dulu, tiada yang berani buang sampah, puntung rokok, tisu maupun bekas jajanan, di jalan umum. Bahkan setiap armada angkot (angkutan kota) wajib dilengkapi bak sampah. Banyak relawan “pasukan kuning” (dengan imbalan upah rendah) bekerja di jalanan. Tetapi sekarang, banyak penumpang mobil enteng saja melempar sampah ke jalanan. Paradigma per-sampah-an mulai mengendur.
Sesungguhnya sampah dapat menjadi “proyek mercusuar” bersama antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Di Jawa Timur, misalnya, terdapat sebanyak 32 ribu meter-kubik per-bulan (384 meter-kubik setahun). Itu hanya limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), yang wajib diolah oleh perusahaan melalaui instalasi yang memadai. Melalui studi AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan), dan sertifikat kompetensi.
Limbah (sampah) regional itu sangat menjanjikan. Jika harga buang limbah sebesar Rp 15 ribu per-kilogram, maka total biaya tampung mencapai Rp 570 milyar per-tahun. Itulah omzet usaha TPA limbah. Memang tidak mudah membangun instalasi TPA, yang niscaya  padat teknologi, dan ter-garansi aman secara ekologis. Akan banyak investor beresedia bekerjasama mengelola sampah.
Maka cita-cita “Indonesia bersih” pada tahun 2020, bukan omong kosong.  Cara pengurangan sampah antaralain melalui metode pengumpulan dan pemilahan. Bank sampah, sudah lama menjadi isu sentral. Beberapa daerah (antaralain Surabaya, Malang dan Lamongan) sudah memulai, tetapi tidak cukup memadai. Di Surabaya misalnya, pengelolaan bank sampah di Jambangan, kini menyurut. Hanya satu-dua RT (Rukun Tetangga) yang berpartisipasi.
Namun cita-cita, sering ber-tabrakan dengan kebijakan pemerintah (pusat dan daerah). Misalnya masih terdapat impor sampah, berupa Peraturan Menteri Perdagangan tahun 2009. Walau yang di-izinkan hanya impor limbah non-B3. Namun tetap saja 10 jenis B-3 bisa nyelonong. Jenis limbah industri, B-3 yang biasa terkandung adalah PCBs, serta Hexachlorobenzene, dan Aldrin. Bisa berujud padatan, cair, maupun gas.
UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta UU Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mestilah ditegakkan secara rigid. Selain membawa importir sampah ke Pengadilan,  pemerintah harus pula mengembalikan (re-ekspor) limbah ke negara asal. Biasanya dari Belanda dan Jepang. Seharusnya dipahami, tiada negara yang bisa dipercaya dapat memilah sampah menjadi bebas B-3.
Begitu pula tiada daerah yang boleh dijadikan “bak sampah” kecuali disepakati melalui undang-undang. Maka diperlukan manajemen yang lebih terstruktur mengatasi sampah. Masyarakat akan mengikuti program pemerintah.

                                                                                                                 ———   000   ———

Rate this article!
Wajib Daur Ulang Sampah,5 / 5 ( 1votes )
Tags: