Teror Telepon Gegerkan Wali Murid SDK Kota Batu

Para Petugas Polres Batu dengan mengendarai sepeda motor mendatangi TKP di SDK Sang Timur

Kota Batu, Bhirawa
Para wali murid di SD Khatolik Sang Timur kembali dibuat panik dengan adanya teror telepon dari seseorang tak dikenal, Kamis (2/3) pukul 09.00 WIB. Pelaku yang mengaku guru di SDK Sang Timur menginformasikan kondisi puluhan siswa yang terjatuh di area sekolah dan harus menjalani perawatan medis. Beruntung para wali murid tak terburu mentransfer uang untuk biaya pengobatan anaknya.
Salah satu korban teror telepon, Yuli, warga Desa Songgokerto Kota Batu mengaku telephon yang ia terima langsung membuatnya panik. Saat itu pelaku yang mengaku guru berinisial AP memberitahukan bahwa anak korban yang bernama Cerryl Natalie, siswa kelas 1, telah terjatuh di sekolah dan langsung pingsan.
“Diberi tahu seperti itu saya langsung panik, apalagi anak saya baru saja sembuh dari sakit,”ujar Yuli, Kamis (2/3).
Namun, sebelum ada pembicaraan lebih lanjut dengan pelaku, Yuli langsung berangkat ke Sekolah untuk mencari kebenaran nasib anaknya. Sampai di sekolah ternyata kondisi Cerryl sehat dan tetap mengikuti pelajaran dengan teman-temannya yang lain.
Ternyata, Yuli bukansatu-satunya wali murid yang mendapatkan teror telephon dari pelaku. Ada sekitar 10 wali murid yang kemarin mendatangi SDK karena kasus yang sama. Di antaranya, Jarwanto yang mengecek kondisi anaknya, Kresna Aji Nugraha, dan Paulus Hari Susilo ayah dari Eki Dyah.
“Saya sempat curiga karena di sekolah ini tidak ada guru olah raga berinisial AP. Karena kemungkinan ada guru baru, berita ini tetap membuat saya panik,”jelas Paulus. Selain menimpa wali murid, telephon gelap juga dialami Kepala Sekolah (Kasek) SDK Sang Timur, Suster Natalie.PIJ,M.Pd. Khusus kepada Kasek, pelaku mengaku sebagai anggota Polisi.
“Sebenarnya saya sudah enggan mengangkat telephon dari nomor tak dikenal ini. Tapi karena pelaku menelepon terus-menerus membuat saya gerah juga,”aku Natalie.
Kasus ini memaksa anggota Kepolisian Resor Kota Batu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan lidik. Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Daky Dzulqornain, mengatakan bahwa telephon yang dilakukan pelaku sebagai upaya melakukan penipuan. “Kita telah cek bahwa tidak ada anggota Polisi berinisial B seperti yang menelephon ibu Kepala Sekolah,”ujar Daky.
Kasus teror telephon kemarin merupakan upaya penipuan kedua yang terjadi di SDK Sang Timur. Tiga pekan sebelumnya, kejadian yang sama terjadi di sekolah ini. Saat itu ada 25 wali murid yang menerima telephon gelap dari pelaku.
“Pada kasus sebelumnya, pelaku sudah meminta transfer uang. Namun para wali murid tidak sebodoh itu. Wali murid bersedia memberikan uang dengan syarat harus bertemu langsung dengan pelaku,”papar Daky. Dan atas syaratyang diajukan akhirnya penyerahan uang kepada pelaku gagal dilakukan. [nas]

Tags: