Satpol PP Kota Malang Segel Tower Liar

Petugas Satpol PP Kota Malang, Kamis (2/3) kemarin melakukan penyegelan terhadap tower tidak berizin

Kota Malang, Bhirawa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Kamis (2/3) kemarin menyegel tower ilegal di delapan titik di Kota Malang. Tower-tower ini disinyalir berdiri tanpa prosedur, dan melanggar ketentuan.
Sebelumnya pihak Satpol PP, telah memperingatkan, kepada pemilik tower, tetapi upaya yang dilakukan Satpol PP tidak mendapatkan tanggapan, bahkan mereka cenderung membandel.
Kabid Penegak Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Malang, S. Hartomo, kepada wartawan,  mengatakan, pemilik tower tersebut sengaja menyalahi prosedur dengan mendirikan tower terlebih dahulu baru mengurus izin.
“Rupanya pemilik tower sengaja telah mendirikan tower dulu,  dan baru meminta izin setelah rampung dikerjakan. Sebelumnya sudah kita peringatan baik  secara lisan maupun  tertulis,  tapi  belum juga diindahkan,”tuturnya.
Pihak Satpol medapatkan informasi dari masyarakat, langsung ditindak lanjuti. Tetapi pemilik lebih memilih menghindar, makanya tindakan selanjutnya adalah melakukan penyegelan.
Pembangunan tower tanpa izin itu, menurutnya, telah melanggar Perda Nomor 6 tahun 2013 tentang penyelenggaraan menara telekomunikasi. Sanksi yang akan diberikan berupa pidana kurungan paling lama tiga tahun dan denda maksimal Rp 50 Juta.
Secara rinci disebutkan beberapa perusahaan swasta yang telah melanggar aturan. Pertama Inforte Solusi Infotek, sebanyak empat menara, kemudian PT Sarana Umum Karya sebanyak dua tower, dan dua menara sisanya milik PT Bangun Sejahtera.
“Kebanyakan tower-tower itu, milik orang luar kota. Jadi kami akan beri waktu sesuai SOP antara satu minggu sampai 15 hari dan kemudian melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan,” tambahnya. Namun apabila tidak segera ditindaklanjuti, dan ketika dipanggil tidak mengindahkan, maka akan ada kemungkinan terkena tipiring. Sementara apabila setelah dilakukan pengkajian dan berbahaya bangunan tersebut akan dirobohkan.
“Kita tunggu itikat baik pemiliknya, kalau mereka tidak merespon dengan yang kita lakukan maka akan ada tindakan lanjutan, sampai pada tindakan merobohkan bangunannya,”tukasnya. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersedia memberikan informasi kepada Satpol PP, sebab dengan adanya informasi itu pihaknya dapat segera bertindak.
“Kami selalu berharap masyarakat memiliki kepekaan, ini sangat penting sebab, kaitanya selain dengan perizinan juga keselamatan dilingkungan mereka. Karena tower yang tidak berizin kajian kontruksinya belum jelas,”pungkasnya.
Sementara itu, Plt. Kasatpol PP, Kota Malang Diky Haryanto, menyampaikan pihaknya menyatakan  perang terhadap semua pelanggar Perda di Kota Malang. Ia tidak perduli siapapun yang melanggar akan berhadapan dengan Satpol PP.
“Kami tidak hanya menertipkan PKL, PSK, atau Gepeng saja, tetapi siapapun yang melakukan pelanggaran di Kota Malang ini akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dala hal ini adalah Perda Kota Malang,” kata Dicky.
Dia menambahkan, penertiban tower tidak hanya berhenti pada delapan tower itu, namun semua tower yang melanggar di Kota Malang akan diperlakukan sama. Karena mekanisme pendirian tower sudah diatur dalam Perda Kota Malang.  [mut]

Tags: