PDAM Kab.Madiun Beri 1.200 Sambungan Baru Gratis

Drs. Sumariyono. [sudarno/bhirawa]

Kab Madiun, Bhirawa
Sampai tahun 2017 ini, cakupan pelayanan air bersih/minum dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Purabaya (PDAM TDP) Kab Madiun baru mencapai 34.923 pelanggan per Pebruari 2017 lalu atau baru 46,62 persen dari jumlah penduduk 780.000. Sehingga perlu adanya pemerataan pemakaian air minum dari PDAM sebagaimana yang diharapakan pemerintah minimal cakupan pelayanan air minum PDAM  60 persen penduduk di pedesaan terlayaninya.
Terkait perihal tersebut, dalam rangka pemerataan dan meringankan beban kepada keluarga miskin (gakin) di Kab Madiun, Pemkab Madiun melalui Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Dharma Purabaya (PDAM TDP) sejak 2014 sampai 2017 ini mendapat hibah dari pemerintah pusat berupa 1.200 sambungan baru penggunaan air bersi/air minum dari PDAM setempat secara gratis. Tetapi realisasinya kini baru sekitar 900 pendafar sambungan air minum atau masih ada sisa 300 sambungan air secara gratis.
“Itu sebabnya, diimbau kepada masyarakat yang berminat dan membutuhkan segera mendaftarkan diri. Jika nanti sudah habis, masih ada gakin yang belum terpasang sambungan air minum PDAM secara gratis bukan salam kami (PDAM TDP). Masalahnya, sambungan baru air minum dari PDAM ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya sepeserpun,” kata Drs. Sumariyono, Dirut PDAM TDP Kab Madiun didampingi Diretur Teknik PDAM TDP, Sutrisno dan Agus Widodo, ST, Kabag Hubungan Langganan PDAM TDP kepada Bhirawa, Senin (6/3).
Dikatakan oleh Sumariyono yang baru menjabat Dirut PDAM TDP Kab Madiun belum lama ini, sebenarnya warga di Kab Madiun itu, tidak mau berlangganan air minum/bersih dari PDAM itu tidak. Hanya saja di daerah tertentu selama ini masih mudah menggali sumur pompa sendiri. Sehingga mereka lebih memilih pasang sumur pompa sendiri. Misalnya di wilayah Kecamatan Sawahan dan Kecamatan Kebonsari, hanya dengan 2 atau 3 lonjor pipa sudah dapat mendapatkan air bersih.
Sebaliknya lanjut dia, didaerah kecamatan lainnya sulit untuk mendapatkan air bersih meski mereka pasang pipa sendiri juga tidak bisa mengeluarkan air sebagaimana yang mereka harapkan. “Lha warga di daerah seperti ini, mereka memilih menjadi pelanggan PDAM TDP Kab Madiun hingga sekarang ini. Jadi bukannya PDAM TDP Kab Madiun tidak laku atau tidak ada peminatnya itu bukan. Tetapi ada di daerah tertentu belum menjadi pelanggan air minum dari PDAM TDP,”papar Sumariyono memberikan alasan.
Untuk diketahui bersama kata dia, meski air minum di Kecamatan Sawahan yang dataran rendah sampai sekarang ini memang belum ada jaringan sambungan air minum dari PDAM TDP, karena memang di daerah Kecamatan Sawahan masih lebih mudah untuk sumber air di musim hujan seperti sekarang ini.
“Sebaliknya, kalau di musim kemarau, yamereka baru merakanan sulitnya mencari air bersih. Hal ini, umumnya sekarang ini sumur mereka kedalamannya hanya rata-rata 2 atau 3 lonjor pipa, yang sumber airnya tersedot oleh sumur pompa lain yang berada dipersawahan milik petani setempat,”ungkap Sutrisno Direktur Teknik PDAM TDP yang juga warga Kecamatan Sawahan tersebut.
Karena itu lanjut Sutrisna, untuk Kecamatan Sawahan tengah dipersiapkan jaringan perpipaan air minum PDAM TDP. Sedang yang di Kecamatan Kebonsari, kini tengah diadakan sosialisasi pemanfaatan sambungan air minim PDAM TDP gratis tersebut. Dengan syarat yang mudah sekali yakni foto copy KTP, rekening listrik, sanggub membayar pemakaian air minum tiap bulan dan hal ini khusus rumah tangga lebih khusus lagi bagi keluarga miskin atau (gakin) tersebut.
“Ya, karena pemberian sambungan air minum/bersih ini program pemerintah pusat, para pendaftar minimal 90 % dari jumlah 1.200 sambunga baru air minum secara gratis itu, nantinya akan diservei oleh tim dari Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) dan selanjutnya akan dimulai pengerjaan sambungan air minum dana hibah dari pemerintah pusat tersebut,” ungkap Sutrisna.
Dijelaskannya di PDAM TDP Kab Madiun mempunyai 40 sumur bor kedalaman 150 meter, tiga instalasi pengelola air dan mempunyai jaringan perpipaan air minum sepanjang 853,831 Km tersebar di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kab Madiun.
“Sekarang ini, ada satu Kecamatan Sawahan memang belum ada jaringan perpipaan air minum dari PDAM. Namun untuk pemerataan pemanfaatan air minum/bersih PDAM, dalam waktu dekat Kacamatan Sawahan akan dipersiapkan jaringan perpipaan air minum PDAM,” paparnya.
Ya, harapan kedepannya, hendaknya masyarakat untuk bisa memanfaatkan PDAM. Karena air produksi PDAM sudah berkualitas dan sudah diatur dalam kesehatannya sesuai permenkes,”pungkas Sumariyono mempertegas. [dar]

Tags: