Paket Sembako bagi Korban Tenggelam KM Anugerah

Asisten Asy’ari menyerahkan paket sembako bagi korban tenggelam KM Anugerah.

Kab.Probolinggo, Bhirawa
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warganya yang sedang terkena musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan bantuan paket sembako kepada korban tenggelamnya KM Anugerah asal Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan.
Bantuan berupa beras dan non beras ini diberikan di kediaman Bahrun, pemilik KM Anugerah oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Probolinggo Asy’ari didampingi Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani, kemarin.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Probolinggo Asy’ari Minggu 5/3 menyampaikan bahwa pemberian bantuan sembako ini wujud sinergi antara Pemkab Probolinggo dengan PMI Kabupaten Probolinggo dalam membantu masyarakat yang sedang terkena musibah.
“Kami menyadari bantuan ini nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan penderitaan keluarga korban tenggelamnya kapal. Tetapi kami berharap supaya bantuan ini bisa sedikit membantu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” harapnya.
Sementara Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan salah satu kepedulian Pemkab Probolinggo terhadap warga yang sedang mengalami ujian dari Allah SWT.
“Kami berharap bantuan ini mampu sedikit meringankan beban penderitaan korban tenggelamnya kapal. Ke depan kami masih akan berupaya untuk memberikan santunan kepada para korban. Kapan dan besarnya berapa masih kami koordinasikan dengan beberapa satker terkait,” katanya.
Sedangkan pemilik KM Anugerah, Bahrun menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pemkab Probolinggo. Walaupun bantuannya tidak seberapa, tetapi paling tidak ini menunjukkan kepedulian pemerintah kepada warga yang terkena musibah. “Bukan nilainya yang kami lihat, tetapi bagaimana Pemerintah Daerah memiliki rasa peduli kepada warga yang menjadi korban kapal tenggelam karena dihantam ombak di perairan Besuki, Situbondo,” katanya.
Hingga saat ini jelas Bahrun, dirinya masih berupaya untuk mengangkat bangkai kapal yang berada di kedalaman sekitar 75 meter. Hanya saja, hingga saat ini kapal seharga Rp 300 juta itu belum diangkat karena faktor keamanan dan biaya.
“Sampai saat ini, kami sudah menghabiskan dana Rp 30 juta untuk mengangkat kapal ini. Uang itu digunakan untuk membayar penyelam yang akan mengikat body kapal. Rencananya kapal ini akan diangkat dengan menggunakan 20 kapal. Rencananya, Senin depan kami akan melihat kembali perkembangan terbaru,” terangnya.
Seperti diketahui, Rabu (1/2) sekitar pukul 14.00 WIB, sedikitnya 15 warga Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan berangkat mencari ikan dari Pelabuhan Kalibuntu menggunakan kapal milik Bahrun. Petaka terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, angin kencang disertai ombak tinggi sekitar 4 meter, menghantam kapalnya di perairan Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Tidak lama kemudian, kapal yang  ditumpanginya karam. Saat itu, 9 dari 15 penumpang menyelamatkan diri dengan memegangi bangkrak kapal. Yang lain ada yang mengapung menggunakan jeriken dan bambu. Kamis (2/2), sekitar pukul 03.00 WIB, ada KM Mampu 3 milik warga Situbondo melintas yang memberikan pertolongan. Tapi, seorang lainnya, Efendi dinyatakan hilang. [wap]

Tags: