Mensos Khofifah : Bandar Narkoba Incar Anak-anak Jadi Kurir

Mensos Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Anak di Jombang, Minggu (5/2).

Jombang, Bhirawa
Menteri Sosial (Mensos) RI Khofifah Indar Parawansa meminta semua pihak untuk lebih peduli terhadap anak-anak. Pasalnya, kini bandar narkoba banyak mengincar anak anak untuk dijadikan kurir narkoba dengan bayaran Rp 4 juta hingga Rp 14 juta.
“Hasil saya keliling ke beberapa lembaga pemasyarakatan anak ada indikasi bahwasannya bandar narkoba memanfaatkan celah itu. Mereka menjadikan anak sebagai kurir narkoba. Ini harus kita waspadai,” ujar Khofifah usai menghadiri Deklarasi Stop Kekerasan terhadap Anak di Desa Mojokrapak Tembelang – Jombang, Minggu (5/3).
Khofifah mengungkapkan, adanya modus baru para bandar dalam mengedarkan narkoba ini, karena bandar narkoba memanfaatkan celah hukum, salah satunya SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak). Yakni, hukuman maksimal bagi anak-anak adalah 10 tahun. Anak-anak itu bisa bebas bersyarat jika sudah menjalani hukuman 50 persen atau 5 tahun.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini membeberkan bahwa pihaknya pernah mewawancarai anak yang menjadi korban bandar narkoba di Lapas Tangerang. Bocah tersebut mengaku diberi uang Rp 7 juta dengan tugas mengantar narkoba ke Gambir. ” Salah satu anak mengaku mendapat imbalan Rp 14 juta agar mengantar narkoba di dekat sebuah plaza di Jakarta. Mereka tidak tahu barang apa yang mereka antar. Mereka tahunya mendapat upah cukup besar. Sekali lagi, orangtua harus memberikan perhatian lebih kepada anaknya agar tidak menjadi incaran bandar narkoba,” bebernya.
Di samping menjadi incaran bandar narkoba, Mensos Khofifah juga meminta kasus kekerasan terhadap anak tidak bisa dianggap sepele. Kekerasan entah itu terkait fisik maupun psikis, memiliki dampak yang sama fatalnya bagi kesehatan jasmani dan mental anak. “Dampak kekerasan pada anak mungkin tidak terlihat dalam waktu dekat. Namun, seiring berjalannya waktu, dampak dari kekerasan pada anak ini akan terlihat sangat jelas,”ujarnya.
Khofifah mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam upaya memerangi kekerasan seksual anak. Ia juga mendorong agar keluarga sebagai ujung tombak ketahanan nasional terus mengawal pola tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. “Mari kita wujudkan baitiii jannati (rumahku adalah surgaku),” pungkasnya. [rur]

Tags: