Danrem Ajak Media Jaga Kondusifitas

Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Arm. Budi Eko

Kota Malang, Bhirawa
Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Arm. Budi Eko, mengajak insan pers ikut berperan dalam menjaga kondusifitas wilayahnya. Pernyatan tersebut disampaikan Darem dalam  acara Coffee Morning, di Makorem setempat  Kamis (2/3) kemarin.
Menurut Budi Eko, media memiliki peran yang sangat besar menjaga kondusifitas masyarakat. Bahkan  dalam perkembangan negara Indonesia ini secara umum dan Malang Raya pada umumnya, peranan Pers sangat peting.
“Banyak cerita dalam sejarah Nusantara kita bagaimana kerajaan-kerajaan di Nusantara ini tidak mampu dikalahkan oleh kerajaan lain, tetapi akhirnya hancur karena perang saudara, karena itu persaudaraan dan kondusifitas itu sangat penting,” ujarnya.
Ia mengutip sejarah  Sriwijaya dan Majapahit,  merupakan dua cerita kehebatan kerajaan Nusantara yang akhirnya hancur karena perang saudara akibat elit-elit kerajaannya memiliki kepentingan masing-masing.
“Tentunya kita semua sangat tidak menginginkan kondisi tersebut terjadi pada Indonesia, makanya untuk mewujudkan itu peranan teman-teman media sangat dibutuhkan,” imbuhnya.
Media diharapkan mampu menjadi kontrol dan penyeimbang agar informasi bisa diterima masyarakat dan bisa membentuk masyarakat menjadi lebih baik untuk kepentingan yang lebih besar lagi yaitu Indonesia. Dengan bantuan media yang menginformasikan kepada masyarakat, diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan di masyarakat sekitar untuk mewujudkan atmosfir kehidupan negara Indonesia yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan, sinergi Menteri Pertanian dengan TNI mampu membuat Indonesia swa sembada pangan dalam dua tahun terakhir ini.  Salah satu program dari Presiden Joko Widodo adalah swasembada pangan dan hal tersebut tampaknya  sudah tercapai dalam masa kepemimpinannya.
Setelah dua tahun sejak penandatanganan kerjasama tersebut, saat ini Indonesia sudah bisa swa sembada pangan. Bahkan tahun ini sudah bisa diekspor ke negara lain hingga 100 ribu ton dan baru terkirim 10 ribu ton. Termasuk  ke Papua Nugini.
Aparat TNI membantu para petani dengan melakukan pendampingan hingga membantu proses distribusi hasil panen petani. TNI itu mendampingi petani melalui Gapoktan mulai dari mencari bibit hingga membantu distribusi hasil panenan.
Berdasarkan laporan dari kondisi yang ada di daerah-daerah, diperkirakan pada bulan Maret ini akan mengalami panen raya yang dikhawatirkan Bulog tidak akan mampu menyerap semua hasil panen petani.
“Hasil panen yang tidak terserap akan dibeli petani dan akan dijual ke Bulog, dengan cara seperti ini maka TNI juga sudah membantu distribusi panenan petani,” ujarnya. Apalagi wilayah Jawa Timur diakui menjadi sentra terbesar untuk pertanian di Indonesia, sehingga Korem 083 Baladhika Jaya juga memiliki tugas pendampingan yang cukup besar.
“Dengan swasembada pangan ini maka selain memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia, tetapi juga bisa digunakan sebagai bisnis pertanian dengan mengekspornya ke negara lain setelah kebutuhan dalam negeri sudah tercukup,”ungkapnya. Setelah program swa sembada pangan tercapai, yang menjadi target berikutnya adalah jagung dan kedelai meskipun diakui tidak semasif program swasembada beras. [mut]

Rate this article!
Tags: