Aniaya Siswa, Guru Olah Raga Sidoarjo Dipolisikan

Humas Polres Sidoarjo saat menggelar barang bukti dan tersangka, kemarin. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Karena tidak bisa menahan emosi, akibat diejek oleh salah satu siswanya bernama M. Dian Wahyudi(16) saat pelajaran olah raga. Akhirnya, guru olah raga MH (Muhammad Hefri-27) melakukan penganiayaan terhadap siswa tersebut, hingga akhirnya MH dilaporkan ke Kepolisian.
Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, AKP Syamsul Hadi menegaskan, kalau penganiayaan itu berawal saat jam pelajaran olahraga. Karena tidak membawa seragam olah raga, korban tidak diperkenankan ikut. Hanya disuruh duduk-duduk di pojok lapangan sambil melihat teman lainnya berolahraga. ”Jadi awalnya korban tidak diperkenankan ikut, karena tidak membawa seragam. Korban diminta duduk di pojok lapangan,” jelas Syamsul Hadi.
Tetapi, meskipun tidak boleh ikut jam berolahraga, korban tetap ingin ikut olahraga bersama teman sekelasnya. Oleh pelaku tetap tidak diperbolehkan, keduanya terus saling bersikeras. ”Karena tidak boleh ikut berolahraga, korban berkata keras seolah menantang gurunya itu,” terangnya.
Setelah jam olahraga selesai, korban dipanggil pelaku dan diajak ke kamar mandi. Ditempat itulah pelaku melakukan pemukulan beberapa kali di bagian wajah korban hingga memar. ”Pelaku juga sempat memukul dengan membawa kunci kontak motor hingga terluka,” tegas Syamsul.
Di sisi lain, MH juga mengaku kalau korban sudah diperingatkan beberapa kali untuk mentaati aturan di sekolah. Saat jam olahraga dan tidak boleh ikut olahraga karena tidak berseragam. Korban justru melontarkan kata-kata kasar. ”Sudah tidak mengikuti aturan di sekolah, malah ngomongnya kasar,” ungkap pelaku hingga dia mengaku khilaf.
Gara-gara pemukulan itu, MH guru olahraga sebuah SMK di Kecamatan Waru, Sidoarjo berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo, Senin (6/3). Pihak keluarga korban tak terima dan melaporkan ke Satreskrim Polresta Sidoarjo.
Atas pemukulan itu, korban mengalami luka di bagian kepala sehingga pelaku disangkakan dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang perlindungan anak. [ach]

Tags: