Anggaran Jasmas Prioritaskan Infrastruktur Bojonegoro

Bojonegoro, Bhirawa
Anggaran jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) meningkat tahun 2017 ini. Pengusulan pokok-pokok pikiran DPRD anggaran tersebut paling besar ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) infrastruktur jalan. Data Bappeda Bojonegoro menunjukkan anggaran jasmas tahun anggaran (TA) 2016 sebesar Rp 102.297 juta, meningkat 2,15 persen menjadi Rp 104.500 juta pada 2017.
Dari total tersebut, porsi anggaran bagi Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada 2016 sebesar Rp 93 Miliar. Tahun ini, anggaran gabungan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya masing-masing sebesar  Rp 52 Miliar dan Rp 39,6 Miliar.
Sekretaris Bappeda, Anwar Mukhtadlo mengatakan, anggaran jasmas besar pada infrastruktur disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014 sampai 2019. “Sesuai RPJMD Bojonegoro, infrastruktur jalan harus mengalami peningkatan,” ungkap Tadlo.
Tambah Tadho, tak semua organisasi perangkat daerah atau SKPD mendapatkan anggaran jasmas. Dapat tidaknya SKPD ditentukan oleh usulan hasil reses DPRD. “DPRD otoritasnya penentuan jasmas. Jadi hasil dari reseslah yang menentukan siapa-siapa yang dapat jasmas,” jelas dia.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya,Bojonegoro, Andi Tjandra mengungkapkan bahwa sebagian besar penggunaan jasmas tahun ini adalah sebagian untuk jalan poros desa, dan sebagian besar terbagi kepada tanggul penahan tanah (TPT) dan drainase yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro. “Ada 226 pekerjaan PU Bina Marga terbagi untuk TPT, jalan dan drainase seluruh Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya. [bas]

Tags: