Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya Bekuk Kompoltan Curas Spesialis “Pura-pura”

Kasat-Reskrim-Polrestabes-Surabaya-AKBP-Shinto-Silitonga-menunjukkan-barang-bukti-sebilah-pisau-dan-lima-orang-tersangka-pelaku-curas-Minggu-[12/2].-[abednego/bhirawa].

Surabaya, Bhirawa.
Tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya berhasil menangkap kompoltan tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) bermodus seolah-olah korbannya mempunyai masalah dengan adik salah satu tersangka.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka ML (16) dan M Farid Fafianto (21) di kawasan Mayjen Sungkono, Surabaya. Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku tidak sendirian, melainkan dibantu kelima temannya diantaranya Acmad Wahyu (20), Samsul Arifin (34) dan M Sahri (24).
Setelah dikembangkan, lanjut Shinto, petugas berhasil mengamankan Acmad Wahyu (20), Samsul Arifin (34) kedua merupakan warga Krembangan dan M Sahri (24) warga Bulak Banteng. Sementara dua orang lain yakni FL dan SN masih dalam pengejaran. Kepada petugas, pelaku M Farid mengaku sudah sering melakukan kejahatan pencurian motor dengan kekerasan diberbagai wilayah seperti di Rungkut, Kedurus, Sawahan dengan modus yang sama.
“Kelima pelaku mencari sasaran dengan berboncengan dengan mengendarai tiga sepeda motor. Mereka biasa berkeliling mencari sasaran anak remaja yang mengendarai motor sendirian. Setelah menemukan target, mereka memepet motor korban dan menuduh korban sudah memukul adiknya. Selanjutnya korbanpun dipaksa untuk menyerahkan motornya,” kata AKBP Shinto Silitonga, Minggu (12/2).
Lanjut Shinto, ciri komplotan ini bisa dilihat saat mereka beraksi, selain korbannya masih anak-anak, mereka juga beraksi secera beramai-ramai. Hal ini digunakan untuk menakuti-nakuti korban. Tidak hanya itu, mereka juga sering mengancam korban dengan menggunakan sebilah pisau. Bahkan, mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika mencoba melawan.
“Berdasarkan catatan Polisi, komplotan ini sudah melakukan aksinya sebanyak empat kali. Yakni di Jalan Wiyung dekat kampus Unesa, Jalan Sidoyoso, Jalan Sawah Sarimulyo Buntu Nomor 4 serta Jalan Penjaringan, sebelah kolam Renang Mentari Rungkut,” terang Alumnus Akpol Tahun 1999 ini.
Ditanya terkait hasil rampasannya, Shinto menegaskan, dari pengakuan tersangka motor curiannya dijual ke Madura dengan harga Rp 2 juta per unit. Setelah dijual, uang yang mereka dapati itu digunakan untuk membeli sabu-sabu (SS) di kawasan Tanah Merah untuk digunakan pesta. Mereka juga melakukan pesta sabu di kos yang mereka sewa. “Sedangkan uang sisa pembelian sabu mereka bagi sama rata,” imbuhnya.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat Nopol L-5593-MO, 1 unit sepeda motor Yamaha Vega Nopol L-2535-CZ,1 buah kunci T dan anak kunci T, STNK, BPKB dan satu pisau sajam.
“Kelima pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman 9 tahun penjara,” pungkas Shinto. [bed]

Tags: