Sosialisasikan Bahaya Narkoba di CFD, BNN Dapat Atensi Positif Masyarakat

Sosialisasi-anti-narkoba-yang-dilakukan-BNN-Kota-Surabaya-dan-BNNP-Jatim-di-CFD-Raya-Darmo. [abednego/bhirawa]

(Demand Reduction Nasional di CFD se Indonesia)
Surabaya, Bhirawa
Upaya mencegah penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba yang digelar serentak di Caf Free Day (CFD) seluruh Indonesia, dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Jatim dan BNN Kota Surabaya di Jl Raya Darmo, Minggu (5/2).
Dua mobil P4GN dari BNNP Jatim dan BNN Kota Surabaya disiagakan sejak pukul 05.30 pagi di tempat CFD Raya Darmo. Selain itu, pada kegiatan bertajuk “Demand Reduction Nasional” ini masyarakat disuguhkan sosialisasi berupa pemasangan display jenis-jenis narkoba, senam aerobic dan pertunjukan music (band) dalam mengkampanyekan anti narkoba.
Pantauan Bhirawa, masyarakat Kota Surabaya sangat antusias dengan sosialisasi yang dilakukan BNN Provinsi maupun BNN Kota di seluruh Indonesia. Tak jarang juga, warga yang berada di area CFD Raya Darmo ini menghampiri display anti narkoba, hanya sekedar ingin tahu mengenai jenis-jenis narkoba sembari mendengarkan edukasi dari petugas BNNP Jatim maupun BNN Kota Surabaya.
“CFD ini kan tempat masyarakat Surabaya berkumpul menjadi satu di Raya Darmo ini. Momen berkumpulnya seluruh warga Kota inilah yang kita gunakan untuk sosialisasi anti narkoba melalui media olahraga, senam aerobic, musik dan juga pemasangan display jenis-jenis narkoba,” kata Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Amrin Remico, Minggu (5/2).
Tujuannya, lanjut Amrin, masyarakat tidak hanya mengatakan stop terhadap narkoba, tapi mereka mengetahui jenis-jenis narkoba. Dengan adanya sosialisasi ini, Amrin menghimbau seluruh warga masyarakat harus mengawasi keluarganya dari peredaran gelap narkoba.
“Ingat, bagi yang punya putra putri, jangan sekali-sekali mencoba maupun menggunakan narkoba,” tegas Amrin.
Senada dengan Amrin, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti menambahkan, kegiatan sosialisasi di CFD bisa dilakukan setiap minggu. Terlebih, dengan sosialisasi gabungan antara BNNP Jatim dan BNN Kota Surabaya ini, Suparti mengaku hal tersebut merupakan satu kesatuan dan upaya saling mengisi satu dengan lainnya.
“Sosialisasi gabungan ini memang dibutuhkan untuk saling mengisi. Adanya kader-kader anti narkoba dari BNNP Jatim dan BNN Kota Surabaya bisa dipadukan menjadi satu,” ungkapnya.
Bahkan, Suparti melihat keseriusan dan respon yang baik dari masyarakat Kota Surabaya terhadap sosialisasi anti narkoba dari BNNP Jatim dan BNN Kota Surabaya. Ditanya perihal intensitas sosialisasi ini, Suparti menegaskan, di BNN Kota Surabaya memang rutin melakukan kegiatan sosialisasi pencegahan peredaran gelap narkoba dan razia bersih narkoba.
“Di BNN kota Surabaya, kegiatan sosialisasi seperti ini rutin dilakukan setiap minggunya. Tapi untuk mewujudkan hal itu perlu tempat dan dukungan. Dengan adanya antusian dari warga Kota Surabaya, momen CFD ini bisa dimanfaatkan juga sebagai tempat sosialisasi yang kami lakukan,” pungkas Suparti. [bed]

Tags: