Potensi Money Politics Kota Batu Mengkhawatirkan

Peneliti MCW menyatakan 58 persen responden menyatakan akan mendiamkan pratik money politic

Kota Batu, Bhirawa
Adanya praktik politik uang atau money politic akan sulit terlacak dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batu pada 15 Februari mendatang. Karena kebanyakan Warga Batu memilih diam ketika melihat adanya pratek politik uang. Hal ini diketahui dari penelitian dan survey Malang Corruption Watch (MCW) yang menyebutkan 58 persen respondennya memilih mendiamkan ketika melihat ada money politic.
“Adapun 20 persen responden akan menerima praktik money politics, dan hanya 24 persen saja yang menolak dan akan melaporkannya ke Pihak Yang Berwajib,”ujar Peneliti MCW, Fausi Wibowo, dalam jumpa pers yang digelar di Omah Rakyat, Senin (6/2). Kebanyakan warga memilih diam, karena tidak tahu harus melaporkan kemana saat melihat money politics.
Sementara, Direktur Esekutif Omah Rakyat, Syaiful Amin mengajak seluruh Paslon dan Penyelenggara Pilwali agar jangan melihat Pilwali hanya sekedar formalitas. “Masih bersifat prosedural belum menuju ke subtantif, sampai hari ini seperti itu, ada sesuatu yang salah,” ujar Amin. Selain potensi adanya money politic, MCW juga menilai seluruh Paslon Walikota dan Wakil Walikota belum menampilkan kampanye yang berkualitas. Salah satu indikatornya, 80 persen responden MCW mengaku ternyata tidak mengetahui program para paslon. Sementara 64 persen responden mengatakan tidak mengetahui profil para paslon. Padahal riset yang menggunakan sistem stratified random sampling pada warga 3 kecamatan di Kota Batu ini, 79 persen respondennya mengakui bahwa pilwali membawa kesejahteraan untuk masyarakat.
“Hasil ini kan kontradiktif. Menjadi pertanyaan bagi kita, lantas apa saja yang dilakukan oleh para paslon selama ini dalam kampanye mereka,” jelas Fausi Wibowo yang juga menjabat sebagai Badan Pekerja MCW. Padahal dasar dari masyarakat memilih dalam Pilwali, katanya, adalah pengetahuan mereka tentang calon yang mereka pilih serta apa program yang ditawarkan untuk menjadi Walikota/ Wakil Walikota Batu.
Terpisah, Calon Walikota nomor urut 4, Abdul Majid, mengatakan bahwa dalam setiap kampanye mereka selalu mengedepankan pengenalan profil calon dan pengenalan program. “Saya yakin bukan hanya saya yang begitu, paslon lain juga begitu. Kita bikin sticker dan kalender pun pasti ada programnya,” ujar Majid. [nas]

Tags: