Pembayaran SPP Via Bank Seret, Gubernur akan Tegur Kepala Sekolah

DPRD Jatim, Bhirawa
Masih tersendatnya pembayaran dana Sumbangan Pendanaan Pendidikan (SPP) SMA/SMK ,membuat Gubernur Jawa Timur Soekarwo bertindak dengan akan menyurati kepala SMA/SMK yang bermasalah. Pemprov Jatim sudah melakukan kerja sama dengan perbankan untuk mekanisme pembayaran SPP untuk memudahkan kedua pihak , sekolah dan orang tua.
“Itu (SPP) kan sudah dibuat mekanismenya. Soal pelaksanaan itu sudah tinggal urusan kepala sekolah. Seluruh kepala sekolah juga sudah saya kumpulkan untuk diberi pengarahan,” kata gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini, Rabu (22/2).
Untuk itu Pakde Karwo meminta sekolah segera melakukan sosialiasi lebih lanjut agar wali murid tahu cara pembayaran SPP melalui rekening bank. Jika nanti masih ada siswa yang tidak membayar SPP, maka sekolah akan mendapat teguran.
“Nanti kalau tidak segera dilaksanakan, akan saya surati kepala sekolahnya,” tegas dia.
Dengan lancaranya pembayaran SPP, lanjut Gubernur , semua masalah operasional sekolah bisa segera diatasi termasuk dalam hal ini gaji para guru tidak tetap (GTT). “Jadi para GTT tidak risau karena urusan gaji sudah dialokasikan dari uang SPP tersebut,” terang Gubernur.
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim Syaiful Rahman mengaku, hal itu sudah menjadi tanggung jawab masing-masing kepala sekolah. “Soal itu langsung saja kepala sekolah,” jawab Syaiful Rahman singkat.
Ia mengatakan, pembayaran SPP ini memang dilakukan melaui bank. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tidak dibayarkannya uang tersebut oleh siswa kepada sekolah.”Biasanya ada siswa yang nakal tidak membayarkan uang SPP ke sekolah. Untuk itu, kami akan bekerjasama dengan Bank Jatim, agar orang tua langsung membayarkan SPP. Dengan begini orang tua juga jadi lebih mudah melakukan kontrol,” kata Syaiful Rahman.
Seperti diberitakan, data yang dimiliki Komisi E DPRD Jatim, menyebutkan saat ini pembayaran SPP masih di bawah 50% untuk Januari. “Tersendatnya pembayaran SPP ini karena belum ada penjelasan yang lengkap tentang mekanisme pembayarannya,” kata Wakil Ketua Komisi E DRPD Jatim Suli Daim.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menambahkan, wali murid belum seluruh mengerti pembayaran SPP itu langsung ke pihak sekolah atau melalui bank. “Kalau ada yang sudah melakukan sosialisasi, itu baru dilakukan pertangan Januari,” ungkap Suli Daim.
Saat ini, menurut Suli, belum terbayarnya SPP kebanyakan disebebkan masih banyak wali murid yang bingung mekanisme pembayaran karena sebelumnya gratis di beberapa daerah. “Seperti Kota Surabaya yang sebelumnya gratis,” tegasnya.
Suli pun berharap GTT untuk tidak resah. Dirinya menjelaskan, bahwa masalah peralihan pengelolaan SMA/SMK, memang masih butuh proses. “Kami paham itu berpengaruh kepada gaji GTT. Tapi saya yakin dalam dua hingga tiga bulan ke depan kondisi seperti ini akan kembali normal,” pinta dia.
Kekhawatiran GTT tersebut cukup beralasan. Pasalnya, di dalam SPP tersebut menyangkut gaji GTT. Selain juga untuk membayar air, listrik, dan internet yang ada di sekolah. Itulah yang membuat beberapa guru non pegawai negeri sipil (PNS) tersebut resah. Mereka takut gaji yang seharusnya diterima jadi tersendat.
“Gaji tersebut jumlahnya kami belum tahu pasti. Tapi mendekati Upah Minimum Kota (UMK). Untuk besaran gaji apakah sudah sesuai dengan UMK atau belum, saya tidak tahu. Karena jumlah itu ada hitungan jam mengajarnya,” urainya. [Cty]

Tags: