PDI Perjuangan Siap Rebut Kota Malang

Foto Ilustrasi

Kota Malang, Bhirawa
Sukses mempertahan Kota Batu, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 15 Februari lalu, kali ini PDI Perjuangan berancang-ancang untuk merebut kembali Kota Malang yang terlepas.
PDI Perjuangan, saat ini tengah melakukan survei internal untuk mencari sosok yang dianggap pantas mewakili PDI Perjuangan, untuk di tandingkan melawan Wali Kota petahana yang nota bene bukan orang PDI Perjuangan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, disela-sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Kamis (23/2) kemarin mengutarakan, jika pihaknya sedang mencari calon untuk diadu pada Pilkada yang akan di gelar awal 2018 mendatang.
“Survei mengenai sosok yang pantas perlu dilakukan, karena kami tidak ingin memandang calon hanya dari sosoknya secara pribadi, namun banyak pertimbangan yang harus dipikirkan,” ujar Sri Untari.
Dari hasil survei tersebut, diharapkan bisa menemukan sosok calon Wali Kota Malang maupun calon Wakil Wali Kota yang cocok diusung PDI Perjuangan. Kriterianya, sosok tersebut harus memiliki eletabilitas, sosok yang diinginkan masyarakat, serta loyal terhadap partai.
”Kami tidak mau mencari sosok yang hanya punya modal uang banyak, namun begitu terpilih meninggalkan partai yang mengusungnya, tetapi kami ingin tokoh yang setia ke partai pengusungnya,” tutur Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu.
Selain melakukan survei internal, PDIP juga mulai menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat serta partai lain. Hal itu dilakukan untuk mencari keseamaan visi dalam membangun Kota Malang. Meski syarat untuk mencalonkan sendiri sudah terpenuhi, karena suara PDI Perjuangan di Kota Malang di DPRD mencapi 11 kursi. Namun demikian komunikasi itu tetap harus dilakukan.
“Semua kemungkinan masih kita pikirkan, karena kami partai yang rasional tetapi berbasis ideologis Pancasila, makanya kita ingin mengambil keputusan yang matang untuk Kota Malang,” tandas wanita yang juga Ketua Koperasi Wanita SBW itu.
Terkaiat dengan kemungkinan dirinya yang akan diajukan di Kota Malang, Sri Untari enggan berkomentar, ia beralasan partainya sedang melakukan kajian sosok yang layak dicalonkan di Kota Malang.
“Saya belum berkomitmen kesana (Pilwali Malang, red), karena tanggung jawab saya di partai masih besar untuk mensukseskan Pilgub Jatim, yang pelaksanaanya bersamaan dengan Pilwali,”imbuhnya.
Pihaknya juga menyampaikan selain melakukan survei dari internal, PDI Perjuangan juga akan melakukan survei diluar kader PDI Perjuangan, termasuk Wali Kota Moch. Anton dan Wakil Wali Kota Sutiaji juga masuk dalam survei eksternal PDI Perjuangan. [mut]

Rate this article!
Tags: