Mengunjungi Destinasi Lokasi Wisata Batu Putih Desa/Kecamatan Asembagus Situbondo

Sejumlah wisatawan yang berasal dari pecinta lingkungan dan komunitasi kendaraan bermotor saat mengunjungi lokasi wisata Batu Putih Asembagus Situbondo. [sawawi]

Punya Pemandangan Eksotis, Jadi Langganan Berbagai Komunitas Pecinta Alam
Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Ternyata Kota Santri Situbondo yang letak geografisnya memanjang 165 kilometer mulai wilayah Kecamatan Banyuglugur (paling barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo) hingga Kecamatan Banyuputih (paling timur bebatasan dengan Kabupaten Banyuwangi) ternyata banyak menyimpan potensi wisata baru dan eksotis. Salah satu buktinya yang teranyar, ditemukannya lokasi wisata Batu Putih di Dukuh Pariopo Dusun Selatan Desa/Kecamatan Asembagus Situbondo. Lokasi wisata yang memiliki batu lonjong di atas pegunungan itu kini jadi destinasi wisata baru di Kabupaten Situbondo.
Minggu pagi kemarin (26/2), pintu masuk Desa/Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo ramai oleh suara raungan mesin kendaraan bermotor roda dua. Sebagian lagi dari belakang melintas kendaraan roda empat sejenis Jeep dan Hardtop. Setelah didekati ternyata mereka adalah rombongan  backpaker (para pecinta alam dan lingkungan dari lintas daerah di Tanah Air). “Backpaker ini merupakan komunitas wisatawan dengan jaringan persaudaraan  yang saling membantu  dan memperlancar proses  teman-temannya yang minim ongkos dan perbekalan,” ujar Irwan Rakhday, salah satu anggota komunitas kemarin.
Kata Irwan, lokasi wisata Batu Putih sangat cocok sebagai wahana bertualang karena terletak di sebuah bukit daerah dan berada di kawasan terpencil di Desa/Kecamatan Asembagus Situbondo. Selain itu, ujar Irwan, lokasi Batu Putih sangat cocok bagi wisatawan yang memiliki andrenalin tinggi karena letaknya yang penuh dengan jurang yang curam nan terjal. Para penggila adventure (komunitas kendaraan bermotor) juga semakin sering datang mengunjungi lokasi gunung yang penuh dengan warna putih itu. “Yang datang kemarin sebagian berasal dari backpaker Situbondo. Kami melakukan wisata selama dua hari mulai 25-26 Februari 2017 di Dukuh Pariopo Dusun Selatan Desa Asembagus Kabupaten Situbondo,” imbuh Irwan.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Backpaker Situbondo Wahyu Agus Baratha mengatakan, lokasi wisata Batu Putih sangat cocok sebagai sarana Happy Camp dengan jumlah wisatawan yang banyak. Di sana, ujar Wahyu, selain memiliki pemandangan yang eksotis juga menyimpan potensi alam yang indah untuk dinikmati para wisatawan domestik maupun mancanegara. “Titik lokasi persisnya Bato Pote (Bahasa Madura) persis berada di antara Dukuh Pariopo dan Dukuh Pangghulan Desa/Kecamatan Asembagus. Untuk sampai kesana para wisatawan tidak terlalu jauh dari jalan raya, “aku Wahyu kemarin.
Di sisi lain, Agung Hariyanto pembina Backpaker Situbondo menyatakan kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk menggugah kesadaran atas perlindungan potensi alam dan lingkungan yang ada di Kota Bumi Salawat Nariyah ini. Sebab, ujar Agung Hariyanto, sebagai salah satu putera daerah ia harus memliki empati untuk ikut menjaga dan memajukan pembangunan Situbondo dari bidang pariwisata. “Kami juga memiliki upaya pelestarian alam sebagai bagian penting dari kegiatan ini. Kami juga berharap kepada komunitas lain yang memiliki kepedulian bagi pengembangan wisata Situbondo untuk bergabung bersama-sama,” pinta Agung Hariyanto.
Pria yang selalu tampil macho itu memaparkan, dalam kunjungan Happy Camp kemarin, ada sejumlah komunitas lain yang ikut bergabung dengan komunitas dirinya. Di antaranya, sebut Agung hariyanto, seperti Slankers Fans Club Situbondo (SFCS), Aliansi Fotografer Situbondo (AFS), Komunitas Fotografer Gembel Ningrat (KFGN), Smadapala, Relawan Budaya Balumbung dan para pencinta alam dari Manado Sulawesi Utara dan Mojokerto. “Kami bersama lintas komunitas membahas strategi dan cara  melestarikan lokasi wisata Batu Putih ini. Yang terpenting lagi kami menerima masukan dari rekan rekan komunitas untuk penyebarluasan potensi wisata yang dimiliki Batu Putih,” jelas Agung.
Barrul Walid anggota AFS Situbondo jug memberikan pengakuan senada atas munculnya destinasi baru wisata Batu Putih di Asembagus Situbondo. Kata Barrul, pelestarian lingkungan sangat penting digalakkan agar kondisi alam Situbondo selalu lestari dan indah serta tidak tercemar. Apalagi di Batu Putih, aku Barrul, sangat cocok dijadikan sarana lokasi ngetrip para kawula muda saat ini. “Di dekat sini kadangkala juga dikenal sebagai lokasi ritual memanggil hujan dengan upacara adat Hodo. Di sini juga dikenal kegiatan Pa’beng yaitu memainkan alat musik tradisional masyarakat Pariopo saat akan merambah hutan,”ungkap Barrul.
Barrul menambahkan, Batu Putih juga kaya dengan sarana jelajah alam yang serasi bila dipadukan dengan tata cara pengenalan budaya dan kearifan lokal wisata Situbondo. Dengan banyak mengenalkan Batu Putih, ucap Barrul, pihaknya sangat yakin pesona wisata di pegunungan itu bisa mengangkat ekonomi masyarakat desa setempat. “Kami sebagai anak bangsa harus terus menerus menyosialisasikan aset bangsa yang bagus ini. Selain itu kami juga mengajak pemuda lain agar selalu mencinta alam dan budaya yang dimiliki bangsa ini,” terang Barrul.
Lebih lanjut Barrul menuturkan, di lokasi wisata Batu Putih, para pelancong akan dimanjakan dengan berbagai pemandangan. Sebab para wisatawan bisa menikmati pesona alam dengan view gunung Baluran, Gunung Ijen serta Gunung Raung. Di sana, imbuh Barrul juga memiliki kondisi topografi perbukitan dan jurang terjal yang dapat memberikan tantangan tersendiri bagi pecinta olahraga pegunungan. [Sawawi]

Tags: