Mendikbud Apresiasi Kegiatan MGMP Kab.Nganjuk

Didampingi Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus, Ketua DPRD Drs Puji Santoso dan Plt Sekkab Ir. Agoes Soebagijo, Mendikbud Prof. Dr. Muhadjir Effendy meninjau stand MGMP.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Kabupaten Nganjuk. Bahkan Mendikbud yang menggantikan Anies Baswedan ini dengan didampingi Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wahid Badrus, MpdI sangat antusias saat meninjau 13 stand MGMP yang berderet di sepanjang Jl. Basuki Rahmad depan pendopo kabupaten.
MGMP merupakan suatu organisasi guru yang dibentuk untuk menjadi forum komunikasi yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari di lapangan. Seperti MGMP bahasa, MGMP pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, MGMP kesenian dan budaya dan sebagainya.
“Pengembangan sumber daya manusia pendidik, khususnya pengembangan profesional guru, merupakan usaha mempersiapkan guru agar memiliki berbagai wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan memberikan rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas profesional. Pengembangan atau peningkatan kemampuan profesional harus bertolak pada kebutuhan atau permasalahan nyata yang dihadapi oleh guru agar bermakna,” kata Mendikbud Muhadjir saat berada di salah satu stand MGMP.
Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 ayat (b) mengamanatkan bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Undang-undang ini diharapkan memberikan suatu kesempatan yang tepat bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah, dan kegiatan profesional lainnya.
Kegiatan tersebut sangat dimungkinkan dilaksanakan di Kelompok Kerja Guru (KKG) atau MGMP, mengingat wadah ini dijadikan sebagai tempat melakukan pertemuan bagi guru kelas atau guru mata pelajaran sejenis. “Berkaitan dengan peran forum pertemuan guru sangat strategis untuk peningkatan kompetensi guru dan kinerja guru. Maka pemberdayaan MGMP merupakan hal mendesak yang harus dilakukan,” jelas Mendikbud.
Berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja guru, antara lain melalui berbagai pelatihan instruktur, peningkatan sarana dan prasarana, dan peningkatan mutu manajemen KKG atau MGMP. Dengan lebih terstrukturnya kegiatan guru yang dilakukan di KKG atau MGMP diharapkan dapat diperhitungkan ekuivalensinya dengan satuan kredit semester (sks) bagi guru yang akan melanjutkan ke jenjang S1 atau pemberian angka kredit bagi guru untuk mengajukan kenaikan kepangkatan. Berdasarkan hal tersebut, penyelenggaraan KKG atau MGMP perlu direvitalisasi agar pelaksanaan kegiatan lebih terstruktur.
Sementara itu, Wabup Abdul Wahid mengatakan, di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Pemkab Nganjuk MGMP telah menjadi media pembelajaran dan memberi kesempatan kepada guru untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik. Hal itu tidak lain bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif bagi guru.
Selain itu juga memberdayakan dan membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas guru di sekolah dalam rangka meningkatkan pembelajaran sesuai dengan standar. Kemudian dapat mengubah budaya kerja dan mengembangkan profesionalisme guru dalam upaya menjamin mutu pendidikan. “Manfaat MGMP dapat terlihat dari meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik dalam rangka mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas,” pungkas Wabup Abdul Wahid. [ris,adv]

Tags: