PT Dumas Shipyards Kebut Penyelesaian 17 Kapal

Yance-Gunawan-Dirut-PT-Dumas-Tanjung-Perak-Shipyards. [m ali/bhirawa]

Surabaya, Bhirawa
PT Dumas Tanjung Perak Shipyards (Dumas) perusahaan galangan kapal yang tetletak di Jalan Nilam Barat, Tanjung Perak, Surabaya, bertekad secepatnya kebut penyelesaian 17 kapal pesanan tahun 2016 lalu.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Dumas Tanjung Perak Shipyards, Yance Gunawan, yang ditemui di ruang kerjanya Senin ,(6/2) kemarin.
Untuk menyelesaikan itu semua sudah barang tentu harus ada kerja sama yang kompak dari semua pihak, dan lapisan karywan PT Dumas, untuk itu ia mengajak agar mereka bekerja lebih baik dan lebih baik lagi. “Kita akan terus berkolaborasi dengan sub-kontraktor untuk jangka panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut Yance mengatakan, pihaknya tidak hanya membangun kapal yang baik dan tepat waktu, namun juga menciptakan kultur perusahaan yang baik.
Dikatakan, pada tahun 2017 ini merupakan puncak-puncaknya bekerja untuk menyelesaikan sisa pesanan pembuatan kapal yang masih kurang 17 unit.
Sementara tahun 2017 yang baru berjalan sebulan ini pihaknya belum menerima order pembuatan kapal. Sehingga, masih belum diketahui berapa unit kapal yang akan dikerjakan untuk tahun depan.
Namun demikian, Yance tetap optimis tahun ini bakal terima pesanan untuk pengerjaan tahun depan, mengingat masih banyak BUMN semisal Pertamina, ASDP, Pelni dan Pelindo III yang membutuhkan penambahan dan penggantian kapal.
Untuk Pelindo III misalnya, kapalnya masih di bawah 50 persen dari yang dibutuhkan. Mereka butuh banyak kapal, karena kapal yang dimiliki umumnya sudah tua dan waktunya ganti kapal baru untuk menunjang kegiatan operasionalnya.
Data lain yang diperoleh media ini, 17 unit kapal yang akan diselesaikan PT Dumas Tanjung Perak Shipyards pada tahun ini, 10 diantaranya pesanan Kementerian Perhubungan.
PT Dumas mendapat kontrak pengerjaan kapal dari Kementerian Perhubungan sebanyak 12 unit. Dua unit diantaranya sudah diserahterimakan, yakni KM Sabuk Nusantara 57 dan KM Sabuk Nusantara 58.
Sedangkan 10 unit lainnya, yang proses pembangunannya sudah 90%, terdiri 3 kapal induk perambuan, 5 unit kapal perintis tipe 1200 DWT, 1 unit kapal perintis tipe 2000 DWT, dan 1 kapal kontainer 100 Teus.
Tidak hanya itu order pembuatan kapal dari Kemenhub, tapi sudah mencapai puluhan unit kapal. Sebelum pemerintahan Presiden Joko Widodo, PT Dumas membangun sekitar 7 kapal, masing-masing 2 kapal Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan 5 kapal Direktorat Kenavigasian. [ma]

Tags: