Kades Kedunglo Jadi Tersangka Pungli Prona

Situbondo, Bhirawa
Jajaran Polres Situbondo menggelar press rilis hasil OTT (operasi tangkap tangan) Tim Saber Pungli terhadap 6 orang di Balai Desa Kedunglo Kecamatan Asembagus kemarin. Usai penangkapan, Polisi menetapkan Asri Hadiyanto menjadi tersangka.  Menurut Kapolres , Kepala Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus menjadi tersangka tunggal dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang dilakukan Tim Satgas Saber Pungli, baru baru ini.
Kata Kapolres, polisi mengantongi cukup bukti untuk menetapkan Kades Kadenglo menjadi tersangka dugaan praktek pungli pembuatan Prona. Kapolres mengaku, Kades Kedunglo dijerat Pasal 12 Huruf (e), Sub Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 2009, yang telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi. “Dalam kasus ini perbuatan tersangka diancam dengan hukuman diatas 5 tahun penjara,” tegas Kapolres Sigit.
Kapolres menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya masih menetapkan satu tersangka sebab hingga kini penyidik masih mendalami peran kelima orang perangkat Desa yang bertugas jadi panitia pembuatan sertifikat Prona (program nasional agraria).
Kapolres menyatakan, dalam pemeriksaan terungkap Kades Kedunglo berinteraksi langsung dengan warga, perihal permohonan pembuatan sertifikat Prona. “Disana terungkap setiap pemohon sertifikat dikenakan biaya sebesar 700 ribu rupiah,” papar Kapolres Sigit.
Dalam operasi tangkap tangan, lanjut Kapolres Sigit, Satgas Saber Pungli mengamankan uang  sebesar 15 juta rupiah lebih dan sejumlah dokumen pemohon Prona. Dari 300 kuota pemohon, urai Kapolres Sigit, sudah ada 46 orang pemohon dengan dipungut biaya 700 ribu rupiah.
Sigit menambahkan,  Kades Kedunglo belum dilakukan penahanan meski kini telah berstatus tersangka. “Ini karena penyidik masih mempertimbangkan Kades Kedunglo sebagai pejabat publik yang harus tetap melayani masyarakat Desa setempat,” pungkas Kapolres Sigit. [awi]

Tags: