JKN-KIS Bantu Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pelayanan yang diberikan BPJS Kesehatan terhadap masyarakat

Surabaya, Bhirawa
Berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dinilai Badan Penyelenggara Kesehatan Sosial BPJS Kesehatan telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Pernyataan ini disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI, tahun 2016 secara umum JKN-KIS telah berkontribusi sebesar Rp 152,2 triliun terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang di dalamnya mencakup kontribusi terhadap jasa kesehatan pemerintah tahun 2016 sebesar Rp 57,9 triliun, kontribusi terhadap industri produk farmasi sebesar Rp 10,1 triliun, dan kontribusi terhadap industri makanan dan minuman sebesar Rp 17,2 triliun.
Selain itu, program JKN-KIS juga berperan menciptakan lapangan kerja bagi 1,45 juta orang, yang terdiri atas 864 ribu orang di sektor jasa kesehatan pemerintah, 27,2 ribu orang di sektor industri produk farmasi, dan 34,1 ribu orang di sektor industri makanan dan minuman. Menurutnya, jika diproyeksikan hingga tahun 2021, maka JKN-KIS memberi kontribusi ekonomi sebesar 289 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi 2,26 juta orang
Dikatakan Fachmi, berdasarkan data un-audited BPJS Kesehatan tahun 2016, terdapat sebanyak 134,9 kunjungan peserta JKN-KIS di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Sementara di tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan, terdapat 50,4 juta kasus pemanfaatan poliklinik rawat jalan dan 7,6 juta kasus pemanfaatan pelayanan rawat inap di rumah sakit. Jika ditotal, maka terdapat 192,9 juta pemanfaatan JKN-KIS.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Hanya dalam waktu 3 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 70 persen dari total penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Population Data CIA World Fact Book (2016) dan Carrin G. and James C. (2005), Jerman membutuhkan waktu lebih dari 120 tahun (85 persen populasi penduduk), Belgia membutuhkan 118 tahun (100 persen populasi penduduk), Austria memerlukan waktu 79 tahun (99persen populasi penduduk), dan Jepang menghabiskan waktu 36 tahun (100persen populasi penduduk).
Ditambahkannya, hingga 10 Februari 2017, peserta JKN-KIS telah mencapai 174,3 juta jiwa atau hampir 70 persen dari total penduduk Indonesia. ”Tidak mudah untuk menjalankan amanah yang besar ini. Oleh karena itu, kami berharap tenaga medis, fasilitas kesehatan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan stakeholders dapat bersama-sama mensukseskan program JKN-KIS,” katanya. [dna]

Tags: