Jalin Kerjasama dengan BPD, Perluas Segmen Pembiayaan

Direktur SMF, Ananta Wiyogo saat menerangkan SMF kepada media didampingi Ketua Apersi Jatim, Supratno (berbaju putih) diacara Sosialisasi dan Diskusi KPR SMF dan Realisasi Program 1 Juta Rumah di Quest Hotel Surabaya, Senin (27/2) kemarin. [achmad tauriq]

Surabaya, Bhirawa
Program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah sudah memasuki tahun kedua, namun perjalanannya dalam merealisasikan program kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) masih menemui kendala.
Tercatat  Oktober2016 lalu, realisasi pembangunan perumahan nasional baru menyentuh angka 415 ribu unit atau sekitar 41,5% dari total target akhir tahun. Dimana 316 ribu rumah dibangun untuk MBR dan sisanya 99 ribu rumah untuk non MBR, jumlah ini masih jauh dari harapan kebutuhan rumah (backlog) bagi masyarakat Indonesia.
Untuk itu PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF optimistis dapat meningkatkan perannya dalam usaha mendukung ketersediaan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.
Menurut Direktur SMF, Ananta Wiyogo saat dikonfirmasi Bhirawa usai Kegiatan Sosialisasi dan Diskusi KPR SMF dan Realisasi Program 1 Juta Rumah di Quest Hotel Surabaya, Senin (27/2) kemarin mengungkapkan di tahun 2017 ini SMF akan fokus memperluas segmen penyaluran pinjaman, yaitu kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia serta perusahaan pembiayaan (Multifinance).
“Selain itu SMF juga menyatakan dukungan penuhnya dalam implementasi Program Sejuta Rumah
Yang telah dicanangkan oleh Pemerintah serta Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan digulirkan oleh Pemerintah,” jelasnya.
Ananta menambahkan, BPD memiliki peran penting dalam penyaluran KPR di berbagai pelosok Indonesia karena BPD cenderung lebih mengenal karakteristik masyarakat di daerahnya masing-masing.
Sementara itu kerjasama dengan pembiayaan KPR dengan menggandeng BPD selain sebagai tolak ukur keberhasilan SMF dalam menyalurkan KPR juga untuk mendorong pembangunan perumahan diberbagai daerah.
“Kami memiliki visi dan misi untuk meningkatkan sinergi dengan BPD dalam meningkatkan volume KPR melalui program refinancing KPR BPD dan memfasilitasi penerbitan EBA melalui program sekuritisasi dengan underlying KPR BPD. Kami melihat peran BPD ke depan akan sangat siginifikan dengan bergulirnya transformasi di tubuh BPD. Dimana BPD akan saling bersinergi dan dapat menjadi regional champion yang kompetitif dan lebih berkontribusi terhadap perekonomian daerahnya,” terang Ananta.
SMFsendiri merupakan BUMN dibawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas dari Pemerintah sebagai special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan melalui sekuritisasi dan pembiayaan.
Bahkan sepanjang 2016 SMF emncatat peningkatan kinerja dalam mengalirkan dana dari pasar modal ke penyalur KPR di sektor pembiayaan rumah, melalui transaksi sekuritisasi danpenyaluran pinjaman mencapai Rp 7,14 triliun.
“Secara kumulatif total akumulasi danayang telah dialirkan SMF dari tahun 2005 hingga Desember 2016 mencapai Rp 27,39 triliun dari tahun sebelumnya yaitu Rp 20,25 triliun,” ujarnya.
Peningkatan kinerja SMF tahun 2016 tersebut berdasarkan data laporan keuangan unaudited periode 31 Desember 2016 dicapai melalui kegiatan sekuritisasi sebesarRp 1,5 triliun dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 5,64 triliun.
“Total aset SMF di akhir tahun 2016 sebesar Rp 13,12 triliun, naik 30% dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar Rp 10,06 triliun. Posisi penyaluran pinjaman menjadi Rp 8,32 triliun, naik 6,12% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7,84 triliun. Adapun laba bersih di tahun 2016 Rp 318,04 miliar, naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 247,76 miliar,”Pungkasnya. [riq]

Tags: