Jaga Pangsa Pasar, Jatim Ikuti Pameran Trade dan Tourism di Bengkulu

Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim Dr Mas Purnomo Hadi MM memukul bedug menandai dibukanya pameran Jatim Trade and Tourism di Provinsi Bengkulu.

Pemprov, Bhirawa
Memperkuat dan menjaga pangsa pasar yang sudah ada, Pemprov Jatim aktif mengikuti pameran perdagangan yang diselenggarakan di luar provinsi. Salah satunya yang diselenggarakan di Provinsi Bengkulu.
Pameran yang diselenggarakan oleh pihak ketiga mulai 23-26 Februari 2017 ini, diikuti oleh tiga provinsi. Yakni Provinsi Jatim, Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan. Namun dari tiga provinsi itu, Jatim yang paling menjadi bintang, karena banyak pengunjung yang memadati stan dari Jatim.
Salah satu produk Jatim asal Kediri yang memiliki packaging menarik, yakni ontong pisang yang diolah menjadi abon, dendeng serta dodol pisang paling menyita masyarakat Bengkulu. Bahkan, Wakil Wali Kota Bengkulu, Patriana Sosialinda memborong produk tersebut hingga hari ketiga pameran produk dari UKM Srikandi, Kediri itu ludes terjual.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim atas nama Gubernur Jatim, Dr Mas Purnomo Hadi MM, saat pembukaan di Bencoolen Mall Bengkulu, Jumat (24/2), mengatakan, menjaga pangsa pasar yang sudah ada itu penting. Apalagi, produk Jatim di Bengkulu sudah sangat terkenal, sehingga perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
“Keikutsertaan Jatim dalam pameran yang bernama Jatim Trade and Tourism Fair 2017 ini merupakan salah satu wujud implementasi program pembangunan ekonomi Jatim pada aspek pemasaran. Di Jatim, konsep pembangunan eknomi bertumpu pada tiga aspek yakni, aspek produksi, aspek pembiayaan dan aspek pemasaran. Kali ini yang kita lakukan adalah aspek pemasaran,” tutur Purnomo.
Menurut dia, peluang pasar domestik merupakan peluang pasar yang sangat menjanjikan. Apalagi produk unggulan Jatim selama ini telah dipercaya oleh konsumen domestik. Hal itu dibuktikan melalui data perdagangan antar pulau yang selalu surplus.
“Dimulai pada 2011 surplus perdagangan anar pulau Jatim sebesar Rp35,82 triliun, sedangkan pada 2016 surplus itu meningkat berlipat-lipat hingga Rp100,56 triliun. Tentu kondisi ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, neraca perdagangan laur negeri non migas Jatim dengan negara ASEAN pada 2016 menunjukkan nilai yang surplus pula. Besarnya surplus perdagangan antar pulau dan juga dengan negara ASEAN itu membuktikan bahwa Jatim mempunyai produk-produk unggulan yang berkualitas dan berdaya saing.
“Walaupun pameran trade dan tourism ini hanya berlangsung hingga 26 Februari, tapi masyarakat Bengkulu tetap dapat melihat produk-produk Jatim di Kantro Perwakilan Dagang (KPD) Jatim di Provinsi Bengkulu yang beralamatkan di Jalan Merapi Raya Nomor 118 A Kebun Tebeng Bengkulu,” tutur Purnomo.
“KPD Jatim merupakan bisnis aggregator yang dapat menghubungkan secara langsung tanpa perantara, antara konsumen dan produsen dengan harga yang kompetitif. Kami berharap pameran ini mampu menjadi trigger pengembangan perdagangan Jatim di Bengkulu,” pungkasnya. [iib]

Tags: