Iwapi Harus Mampu Menjadi Pioner Bagi UKM

Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi MM bersama Ketua BKOW Jatim Dra Hj Fatma Saifullah Yusuf menghadiri peringatan HUT Iwapi Ke-42 di Hotel Wyndham Surabaya.

Pemprov, Bhirawa
Sekdaprov Jatim Dr H Akhmad Sukardi MM minta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) mampu menjadi pioneer bagi pengusaha muda, atau pelaku UMKM muda agar dapat menjadi lebih besar. Apalagi setelah kini usianya menginjakkan usia ke-42 tahun pada 2017 ini.
Menurut Sukardi, diusianya yang semakin matang ini Iwapi Jatim, selain mampu menjadi pioneer bagi UKM, juga diharapkan  dapat lebih banyak mencetak para entrepreneurship wanita yang handal dan mampu berkompetisi. Sehingga, pengusaha wanita jatim dapat mendukung peningkatan perekonomian di Jatim.
“Saya menyadari bahwa organisasi ini mempunyai peran sangat penting dalam mendukung perekonomian daerah. Untuk itu, disini saya sampaikan bahwa situasi daerah sangat dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global. Dan Alhamdulillah Jatim masih bisa tumbuh ptogresif,” kata Sukardi, saat memberikan sambutan pada acara peringatan HUT Iwapi ke-42 Tahun 2017, di Hotel Wyndham Surabaya, Selasa (14/2).
Pertumbuhan pekonomian Jatim 2016 lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Yakni sebesar 5,55 persen dan sebesar 5,44 persen untuk periode sebelumnya. PDRB tahun 2016  diukur berdasarkan  Produk Domistik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mencapai Rp1.855,04 triliun. Sedangkan PDRB Atas dasar harga Konstan (ADHK) mencapai Rp1.405,24 trilliun.
Sedang struktur perekonomian Jatim menurut lapangan usaha tahun 2016, didominasi oleh tiga lapangan usaha utama. Yaitu usaha industry pengolahan dengan kontribusi sebesar 28,92 persen; perdagangan besar, eceran dan repasi mobil, sepeda motor sebesar 18,00 persen serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,31 persen.
Begitu juga  dengan kinerja perdagangan barang tahun 2016, juga menunjukkan perbaikan yang signifikan meskipun terjadi defisit perdagangan  luar negeri sebesar Rp25,30 trilliun. Namun, neraca perdagangan luar negeri kita non migas dengan Negara ASEAN ( Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Myanmar, Kamboja dan Brunai) tahun 2016 surplus. Hal ini, membuktikan bahwa produk kita cukup mempunyai daya saing. Meskipun begitu, bila dibanding dengan perdagangan antar daerah, surplusnya jauh lebih besar yakni sebesar Rp100,56 trilliun.
Kedepan organisasi Iwapi diharapkan mampu menjadi organisasi yang mandiri dalam mengembangkan visi dan misinya baik dari sisi program dan penggunaan tehnologi informasi. Sehingga IWAPI dapat menjadi salah satu pilar perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua DPD Iwapi Jatim, Hj Rahmawati mengatakan, semangat kewirausahaan IWAPI tidak boleh pudar. Tapi sebaliknya harus terus maju dan terbuka baik di pusat, provinsi, kab/kota hingga sapai di kecamatan.
Oleh karena itu, lanjutnya, di usianya yang ke 42 tahun ini, Iwapi terus berjuang dan terus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan SDM anggotanya. Sebab, dengan meningkatnya pengetahuan maka peran perempuan kedepan akan lebih baik, maju dan mapan  dalam segala hal. Utamnya, untuk bidang usaha baik usaha kecil maupun usaha besar. Dengan begitu, pemerataan perekonomian akan cepat terwujud. [iib]

Tags: