Imbau Perhatikan Nasib Petani Situbondo Rawan Bencana

Salah satu petani Kecamatan Kendit yang menjadi korban banjir mendapat bantuan dari Pemkab Situbondo baru baru ini. {sawawi/bhirawa.]

Situbondo, Bhirawa
Banyaknya kejadian bencana di Kabupaten Situbondo seperti rusaknya puluhan hektar tanaman pertanian akibat disapu banjir serta korban angin kencang membuat kalangan Dewan bersuara keras. Wakil rakyat yang berkantor di Jalan Kenanga itu meminta Pemkab Situbondo untuk serius memberikan perhatian atas nasib petani yang masuk dalam wilayah kawasan bencana. Pasalnya, baru baru ini ada beberapa lahan pertanian di Desa/Kecamatan Kendit terkena dampak bencana banjir musiman.
Wakil Ketua DPRD Situbondo Hj Zeiniye S.Ag, mengatakan, pihaknya meminta Pemkab tidak hanya memperhatikan masalah infrastruktur saluran irigasi, namun juga harus memberikan perhatian terhadap nasib petani di Kota Santri.
Sebab, kata politisi PPP itu, akibat hantaman banjir para petani terancam merugi karena gagal panen. “Kami meminta Pemkab Situbondo memperhatikan dampak petani yang masuk zona bencana,” papar politisi wanita yang sudah dua kali menjadi anggota DPRD itu.
Zeiniye, menandaskan, Pemkab harus mulai melakukan pemetaan lahan pertanian rawan bencana. Selanjutnya, ungkap dia, Pemkab Situbondo melakukan perumusan dalam bentuk program, baik ganti rugi dengan jumlah tertentu maupun mulai merencanakan untuk memberikan perlindungan kepada petani berupa asuransi. “Jika hal itu memungkinkan ya silahkan dilakukan Pemkab,” desaknya.
Mantan Ketua DPRD Situbondo itu memaparkan, apapun bentuk program yang digagas Pemkab, nanti DPRD pasti memberikan dukungan jika tujuan utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan nasib petani. Sebab, urai wanita asal Kecamatan Jangkar itu, sektor pertanian merupakan penopang terbesar bagi mata pencaharian masyarakat Situbondo. “Ini harus dilakukan Pemkab kepada para petani Situbondo, terutama korban bencana banjir itu,” terang Zeiniye.
Zeiniye menambahkan, ada sekitar 90 persen warga Situbondo yang menggantungkan mata pencahariannya melalui sektor pertanian. Oleh karena itu, ungkapnya, DPRD telah mengajukan Perda inisiatif untuk melindungi lahan pertanian produktif.
Meski demikian, sambungnya, Perda inisiatif DPRD tersebut sepertinya belum menyentuh asuransi petani. “Namun jika memungkinkan, Pemkab mulai merencakan asuransi lahan pertanian seperti yang sudah dilakukan beberapa Kabupaten lain, yang ada di Tanah Air,” ujar Zeiniye. [awi]

Tags: