Hanya Mampu Sediakan 3 Ribu Nasi Bungkus

Wali Kota Mas’ud Yunus memantau dapur umum bencana banjir di kantor Dinas Sosial, Selasa (21/2) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Kota Mojokerto, Bhirawa
Kejadian bencana banjir imbas kiriman dari wilayah tetangga disikapi Pemkot Mojokerto. Untuk penyelesaian jangka pendek, Pemkot membentuk dua dapur umum yang dikendalikan Dinas Sosial. Namun dari kebutuhan 8.300 nasi bungkus untuk warga terdampak, hanya mampu di siapkan 3.000 saja.
”Minimal dua kali makan. Sekali makan kita siapkan 1.500 nasi bungkus dari dua lokasi dapur umum,” terang Sri Mudjiwati, Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto saat mendampingi wali kota, Selasa (21/2) kemarin.
Selain nasi bungkus dan air minum, Dinsos juga mengirimkan bantuan yang bersifat personal bagi korban. Diantaranya peralatan mandi, hingga pembalut wanita. ”Sudah kita Distribusikan mulai kemarin,” tambah Mudjiwati.
Sementara itu, wali kota mengatakan, sudah menginstruksikan instansi terkait sinergi untuk menangani kejadian mulai penanganan korban terdampak hingga sarana prasarana penanggulangan banjir.
Wali kota langsung menggelar rapat penanggulangan banjir di wilayah Kota Mojokerto. Seluruh instansi terkait diundang dan diminta memaparkan data, potensi, hingga opsi penanggulangan banjir.
”Saya perintahkan seluruh instansi terkait saling integrasi dan turun tangan menanggulangi kejadian banjir ini,” ungkapnya disela inspeksi mendadak di dapur umum di kantor Dinsos, kemarin.
Dijelaskan wali kota, wilayah kota yang diserah banjir cukup besar. Untuk itu, kesiapsiagaan penanggulangan yang diutamakan. Termasuk diantaranya penanganan masyarakat para korban terdampak banjir.
”Para korban harus segera ditangani. Kebutuhannya kita cukupi. Masyarakat tidak perlu minta – minta,” jelas Walikota.
Di samping itu, wali kota menegaskan, penanganan banjir dengan penguatan sarana prasarana penanggulangannya juga digerakkan instansi terkait. ”Dinas PU dan lainnya sudah kita instruksikan untuk memaksimalkan rumah pompa,” tegasnya.
Menurut data Dinas Sosial, terdapat lima kelurahan yang terimbas banjir dengan ketinggian hingga 120 centimeter. Diantaranya, Kel Meri, Kel Kranggan, Kel Miji, Kec Kranggan. Juga, Kel Jagalan dan Kel Gunung Gedangan, Kec Magersari. Kawasan banjir itu terdapat ribuan warga. Sebagian diantaranya sudah ada yang mengungsi. [kar]

Tags: