Gudang Biji Plastik di Lawang Ludes Terbakar

Gudang biji plastik milik PT Tri Surya Plastik di Desa Ketindan, Lawang, Kabupaten Malang terbakar.

Kab Malang, Bhirawa
Ratusan warga di wilayah Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (8/2) pagi, dikejutkan dengan terbakarnya sebuah gudang yang menyimpan biji plastik milik PT Tri Surya Plastik.
Gudang tersebut berada di wilayah pemukiman penduduk, sehingga ketika kebakaran terjadi, warga setempat langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kebakaran gudang biji plastik itu sulit dilakukan pemadaman oleh petugas pemadaman dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan petugas pemadaman dari beberapa perusahaan yang ada di wilayah Kecamatan Lawang. Bahkan, untuk memadamkan kebakaran tersebut, telah dikerahkan 13 unit mobil pemadam kebakaran.
Menurut Kepala Seksi Penanggulangan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran (PPBK) Bidang Penanggulangan Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Nurul Khusnaini, Rabu (8/2), bahwa pihaknya kesulitan dalam melakukan pemadaman api yang membakar gudan biji besi. Sehingga untuk melakukan pemadaman, pihaknya juga meminta bantuan mobil pemdaman kebakaran kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, PT Bentoel, dan PT Sampoerna.
“Karena api yang membakar gudang sangat besar, sehinggga diperlukan 13 unit mobil pemadaman kebakaran,” ungkapnya.
Sulitnya api dipadamkan, kata dia, itu disebabkan gudang penyimpan biji besi sangat mudah terbakar. Sehingga untuk bisa memadamkan api, maka diperlukan waktu 6-7 jam, serta harus mengerahkan 13 mobil pemadam kebakaran. Selain puluhan petugas pemadam kebakaran memadamkan api, hal itu juga dibantu warga sekitar lokasi kebakaran. Sebab, berdirinya gudang tersebut berada dekat dengan pemukiman warga, sehingga itu juga menyulitkan dalam melakukan pemadaman api yang membakar gudang milik PT Tri Surya Plastik.
“Dalam peristiwa kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, ada satu orang pemadam kebakaran bernama Amirul pingsan saat menyemprotkan air, mungkin akibat terlalu lama menghirup asap kebakaran. Karena dia menyemprotkan air dalam gudang yang terbakar,” terang Nurul.
Ia menegaskan, hingga kini pihaknya juga belum mengetahui kepastian penyebab kebakaran gudang biji plastik tersebut. Sehingga untuk mengetahui penyebab kebakaran, hal itu harus menunggu hasil penyelidikan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur (Jatim). Sedangkan kerugian atas kebakaran gudang itu, kemungkinan mencapai miliaran rupiah.
Sementara itu, Ketua Rukun Tetangga (RT) 02-Rukun Warga (RW) 05, Desa Ketindan Jumari mengatakan, gudang biji plastik itu terbakar yakni terjadi pada Rabu (8/2) pagi, pukul 05.30 WIB. Gudang biji plastik itu, lanjut dia, sangat dekat dengan pemukiman warga, dan luas gudang milik PT Tri Surya Plastik, luasnya lebih kurang 2 hektare. “Meski saat ini rumah warga tidak ada yang ikut terbakar, namun asap akibat kebakaran itu telah membuat beberapa warga harus mengeluarkan isi rumah untuk diselamatkan,” paparnya.
Secara terpisah, pemilik gudang biji plastik H Siswanto menjelaskan, bahwa kejadian kebakaran di gudang miliknya kemungkinan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik pada lampu neon yang mengakibatkan percikan api yang jatuh ke tumpukan plastik.
“Isi gudang sebelum terbakar berisi aneka macam material, seperti kardus, karton, besi, dan biji plastik. Sehingga kerugian secara materi yang saya alami ini, yakni lebih kurang sebesar Rp 10 miliar,” ungkapnya. [cyn]

Tags: