Gubernur Ingatkan 50 Persen Keberhasilan Pendidikan Ditentukan Kepala Sekolah

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menyapa para kepala sekolah SMA, SMK dan PKPLK di Gedung Grahadi Surabaya.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Gubernur Jatim Dr H Soekarwo mengumpulkan sebanyak 815 kepala sekolah SMA/SMK, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus se-Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (10/2). Dalam pertemuan itu, mantan Sekdaprov Jatim ini mengingatkan 50 persen keberhasilan meningkatkan kualitas pendidikan ditentukan kepala sekolah.
“Peranan kepala sekolah sangat penting karena menjadi salah satu penentu keberhasilan pendidikan. Sebagai pucuk pimpinan di sekolah, 50 persen keberhasilan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang menentukan adalah kepala sekolah,” kata Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Soekarwo.
Untuk itu, lanjutnya, kepala sekolah harus bisa memotivasi dan meningkatkan kualitas manajemen serta prestasi sekolah. Diharapkan, kualitas pendidikan SMA/SMK di Jatim bisa lebih baik saat dikelola Pemprov Jatim. Untuk daerah-daerah yang selama ini belum baik, kualitasnya bisa ditingkatkan.
Menurut dia, ke depan Jatim lebih membutuhkan lulusan SMK Industri dibanding jurusan lain. Sebab, dengan lulusan industry maka anak-anak bisa membantu para petani dalam mengolah hasil pertanian menjadi barang siap dikonsumsi. Untuk itu, kedepan SMK di Jatim hendaknya membuka jurusan industri untuk memehuni kebutuhan.
Dikatakannya, Jatim selama ini menjadi lumbung pangan nasional, maka para petaninya harus mendapatkan nilai tambah dari hasil pertaniannya. Jangan sampai kehidupan mereka pas-pasan atau kekurangan. Untuk itu, harus dilakukan inovasi dan kreativitas sebelum menjual hasil panennya. Caranya? Dengan mengolah menjadi makanan atau jajanan sebelum menjualnya. Sehingga, hasil yang mereka perolehpun akan bertambah dan lebih besar.
“Sebetulnya, SMK di Jatim sudah banyak dan kualitasnyapun sudah baik. Tapi, dari jumlah SMK di Jatim ini belum ada yang mencetak atau meluluskan siswanya dari jurusan industri. Sehingga, hasil yang melimpah ini belum maksimal dirasakan oleh para petani sebagai prodosen,” jelasnya.
Selain jurusan industri, lanjutnya, jurusan packaging juga sangat penting dan dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produksi. Sebab, bagus atau sebaik-baiknya hasil produksi kalau kemasannya jelek, maka harga jualnyapun kurang karena tidak bisa menarik pembeli. Oleh karena itu, jurusan packaging atau kemasan sangat dibutuhkan selain jurusan industri.
Namun, tambah Pakde Karwo, sebelum membuka jurusan-jurusan baru tersebut, pihak sekolah hendaknya mempersiapkan dulu guru-gurunya. Jangan sampai setelah membuka jurusan ternyata pengajar atau gurunya belum siap. Sehingga, cara belajar mengajarnyapun terbengkalai dan asal-asalan serta tidak mampu memberikan yang terbaik. Akhirnya, mutu atau kualitas sekolah yang tadinya bagus menjadi turun atau anjlok.
Untuk memenuhi tenaga kerja yang dibutuhkan pasar, Pemprov Jatim, pemprov telah mendirikan SMK mini sebanyak 270 SMK dengan mendidik sebanyak 54.300 siswa. Kebanyakan anak didik SMK mini adalah anak-anak yang putus sekolah dan sebagian besar ada di pondok pesantren. SMK mini ini didirikan dengan Sembilan mata pelajaran yang sangat dibutuhkan pasar. Untuk merekrut SMK ini Pemprov Jatim telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Jerman. [iib]

Tags: